![]() |
Oleh: Duski Samad
Peserta Program Umrah Tamu Khadim Al-Haramain Al-Syarifain Raja Salman 1448 H / 2026 M
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Di sela-sela rangkaian Program Umrah Tamu Khadim Al-Haramain Al-Syarifain Raja Salman, saya memperoleh kesempatan yang sangat berharga untuk melakukan ziarah akademik secara privat ke Universitas Umm Al-Qura (Umm Al-Qura University/UQU) di Kota Makkah Al-Mukarramah. Bersama Prof. Dr. Ridwan, M.A., Rektor UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, kami menyewa taksi dengan biaya 50 riyal. Tujuan perjalanan ini bukan sekadar melihat sebuah kampus, tetapi ingin memperoleh gambaran nyata (performance) salah satu perguruan tinggi Islam paling berpengaruh di dunia sebagai bahan pembelajaran bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
Perjalanan menuju Universitas Umm Al-Qura memberikan kesan yang sangat mendalam. Dari kawasan Masjidil Haram, kami menempuh perjalanan menuju Aziziyah, yang menurut sopir taksi merupakan salah satu kawasan yang banyak ditempati jamaah haji Indonesia pada musim haji. Jalan yang kami lalui sangat lebar, mulus, bersih, dan tertata rapi. Arus kendaraan mengalir lancar dengan dukungan infrastruktur perkotaan yang modern. Pemandangan tersebut menghadirkan pemahaman bahwa pelayanan terhadap jutaan tamu Allah memerlukan investasi negara yang sangat besar dan berkelanjutan.
Melihat kualitas jalan, jaringan transportasi, serta penataan kawasan pendidikan dan pelayanan publik, dapat dimengerti betapa besarnya biaya yang dikeluarkan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk membangun dan memelihara infrastruktur kota suci. Semua itu bukan hanya untuk kenyamanan warga Makkah, tetapi juga untuk melayani jutaan jamaah haji, umrah, mahasiswa, peneliti, dan pengunjung dari berbagai penjuru dunia. Pembangunan fisik yang demikian rapi menunjukkan bahwa pelayanan terhadap ilmu dan pelayanan kepada tamu Allah menjadi bagian penting dari visi besar Kerajaan Arab Saudi.
Universitas Umm Al-Qura berdiri pada tahun 1949, diawali dengan pendirian College of Sharia sebagai lembaga pendidikan tinggi pertama di Arab Saudi. Kini universitas tersebut berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terbesar di Kerajaan Arab Saudi dengan lebih dari 57.000 mahasiswa yang tersebar di lebih dari 26 fakultas, meliputi ilmu-ilmu syariah, ushuluddin, bahasa Arab, kedokteran, teknik, sains, ekonomi, pendidikan, hingga teknologi informasi.
Memasuki kawasan kampus, kami sangat terkesan oleh luasnya area Universitas Umm Al-Qura. Kompleks kampus tertata sangat rapi dengan setiap gedung diberi nomor secara berurutan, mulai dari Gedung Nomor 1 hingga sekitar Nomor 65 yang membentang dalam satu kawasan yang sangat luas. Antarbangunan dipisahkan oleh jalan dan ruang terbuka dengan jarak lebih dari 50 meter, menciptakan suasana akademik yang lapang dan nyaman. Di kawasan rektorat tersedia area parkir yang sangat luas, menunjukkan kesiapan universitas dalam melayani puluhan ribu mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan tamu setiap hari.
Di gerbang utama universitas terpampang tulisan:
UMM AL-QURA UNIVERSITY
جامعة أم القرى
Disertai ucapan:
مرحباً بكم
"Welcome."
Serta slogan yang sangat inspiratif:
شَرَفُ الْعِلْمِ وَشَرَفُ الْمَكَانِ
"Kemuliaan ilmu dan kemuliaan tempat."
Slogan tersebut mengandung makna yang sangat mendalam. Makkah adalah tempat paling mulia di muka bumi karena menjadi pusat turunnya wahyu dan kiblat umat Islam. Kemuliaan tempat itu dipadukan dengan kemuliaan ilmu sehingga lahirlah sebuah pusat pendidikan yang melahirkan ulama, ilmuwan, profesional, dan pemimpin peradaban.
Kami berharap dapat memasuki beberapa gedung utama untuk melihat langsung aktivitas akademik di dalam kampus. Namun hari itu bertepatan dengan hari libur, sehingga seluruh akses menuju gedung-gedung utama ditutup. Sopir taksi hanya berkata singkat, "Mamnū'" (ممنوع), yang berarti "tidak boleh masuk." Benar saja, pintu-pintu masuk dipalang sehingga kami hanya dapat mengamati lingkungan kampus dari luar sambil mendokumentasikan berbagai sudut universitas.
Di kawasan kampus terdapat Medical Compound yang meliputi University Hospital, College of Medicine (Men), dan College of Medicine (Women). Hal ini menunjukkan bahwa Universitas Umm Al-Qura tidak hanya unggul dalam ilmu-ilmu syariah, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu kesehatan, kedokteran, penelitian, dan pelayanan masyarakat.
Berbagai papan penunjuk menuju Higher Administration, University Council, Main Ceremony Halls, dan berbagai fasilitas akademik lainnya memperlihatkan tata kelola universitas yang profesional dan modern. Tradisi keilmuan Islam berjalan seiring dengan kemajuan sains, teknologi, dan manajemen pendidikan tinggi.
Kunjungan ini menghadirkan renungan mendalam bahwa kemajuan umat Islam tidak mungkin diwujudkan hanya dengan semangat spiritual semata, tetapi harus dibangun melalui penguasaan ilmu pengetahuan. Allah SWT berfirman:
> "Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat." (QS. Al-Mujadilah: 11).
Ayat tersebut menegaskan bahwa iman dan ilmu merupakan dua pilar utama kebangkitan peradaban. Rasulullah SAW juga menempatkan pencarian ilmu sebagai ibadah yang bernilai jihad di jalan Allah.
Bagi Indonesia, Universitas Umm Al-Qura memberikan inspirasi bahwa perguruan tinggi Islam ideal harus mampu mengintegrasikan wahyu dan akal, iman dan sains, akhlak dan profesionalisme, riset, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat, sehingga lahir generasi ulama, ilmuwan, dokter, insinyur, ekonom, dan pemimpin yang tetap berakar pada nilai-nilai Islam.
Ziarah akademik ini mempertegas bahwa membangun peradaban tidak hanya membutuhkan masjid yang megah, tetapi juga universitas yang unggul. Kemuliaan tempat harus melahirkan kemuliaan ilmu, dan kemuliaan ilmu harus melahirkan kemajuan umat. Dari Makkah, kota wahyu, kita belajar bahwa masa depan dunia Islam dibangun melalui investasi yang serius pada pendidikan, penelitian, pembangunan infrastruktur, dan pengembangan sumber daya manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.ashar masjidil haram18072027
