![]() |
Oleh: Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag (Tuanku Mudo)
Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI)
Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) merupakan salah satu organisasi keagamaan, pendidikan, dan sosial yang memiliki akar sejarah panjang dalam perjalanan umat Islam Indonesia, khususnya di Sumatera Barat. Sejak didirikan oleh para ulama Tarbiyah Islamiyah, PERTI telah menjadikan pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial sebagai jalan perjuangan untuk membangun umat, mencerdaskan bangsa, dan menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah.
Di tengah perubahan sosial, politik, ekonomi, dan teknologi yang berlangsung sangat cepat, PERTI memerlukan semangat kebangkitan yang berlandaskan kebersamaan. Kebangkitan yang tidak bertumpu pada figur perorangan, tetapi bertumpu pada kekuatan jamaah, kekuatan lembaga, dan kekuatan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh para ulama pendiri.
Karena itu, tema besar yang perlu terus digaungkan adalah:
"PERTI Bangkit Berjamaah, Maju Bersama"
Kebangkitan PERTI hanya akan terwujud apabila seluruh unsur Tarbiyah Islamiyah bergerak dalam satu barisan, saling menguatkan, saling menopang, dan saling melengkapi. Ulama, tuanku, guru, pengurus, alumni, santri, jamaah, dan simpatisan harus menjadi satu kekuatan yang terorganisir dalam mewujudkan cita-cita pendidikan, dakwah, dan pengabdian umat.
Istiqamah dalam Khittah Perjuangan
Langkah pertama yang harus dijaga adalah istiqamah pada khittah perjuangan PERTI, yaitu pendidikan, dakwah, dan sosial.
Pendidikan adalah jantung gerakan PERTI. Melalui MTI, pesantren, madrasah, dan perguruan tinggi, PERTI telah melahirkan ulama, guru, pemimpin, dan tokoh masyarakat yang berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Dakwah adalah ruh gerakan PERTI. Dakwah yang diwariskan para ulama Tarbiyah Islamiyah adalah dakwah yang santun, mencerdaskan, menyejukkan, dan mempersatukan umat.
Sementara itu, bidang sosial merupakan manifestasi nyata dari ajaran Islam yang menekankan kepedulian, solidaritas, dan pelayanan kepada masyarakat.
Allah SWT berfirman:
«"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka istiqamah, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak pula mereka bersedih hati."
(QS. Al-Ahqaf: 13)»
Firman Allah yang lain:
«"Dan sekiranya mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu, niscaya Kami akan memberi mereka air yang melimpah."(QS. Al-Jin: 16)»
Istiqamah berarti menjaga arah perjuangan meskipun zaman berubah. Dalam falsafah Minangkabau dikenal ungkapan:
«"Diasak indak layua, dibubuik indak mati."»
Nilai yang benar tidak akan lapuk oleh zaman dan tidak akan mati oleh perubahan. Khittah pendidikan, dakwah, dan sosial harus tetap menjadi fondasi utama gerakan PERTI.
Adaptif dalam Gerakan
Istiqamah tidak berarti statis. PERTI harus adaptif terhadap perkembangan zaman.
Perubahan teknologi, digitalisasi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), media sosial, dan globalisasi menuntut cara-cara baru dalam menjalankan pendidikan, dakwah, dan organisasi.
Prinsipnya sederhana:
«Kepala boleh bergerak, tetapi posisi tetap.»
Cara boleh berubah, tetapi tujuan tidak berubah.
Pepatah adat Minangkabau mengatakan:
«"Sakali aia gadang, sakali tapian barubah."»
Artinya, perubahan adalah keniscayaan. Namun meskipun tapian berubah, fungsi air tetap sama sebagai sumber kehidupan. Demikian pula PERTI. Metode dakwah, sistem pendidikan, dan pola organisasi dapat menyesuaikan perkembangan zaman, tetapi identitas dan tujuan perjuangan harus tetap terjaga.
Karena itu PERTI perlu memperkuat:
- Digitalisasi pendidikan.
- Dakwah berbasis media sosial.
- Pengembangan MTI Digital.
- Penguatan jaringan alumni.
- Pengembangan ekonomi umat.
- Pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan dalam pendidikan dan dakwah.
Adaptif berarti mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Transformatif dalam Perubahan
Lebih dari sekadar beradaptasi, PERTI harus menjadi kekuatan transformasi sosial.
PERTI tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan, tetapi harus menjadi pelaku perubahan. PERTI harus mampu mengubah potensi menjadi kekuatan, mengubah keterbatasan menjadi peluang, dan mengubah tantangan menjadi kemajuan.
Transformasi yang dimaksud mencakup:
- Transformasi pendidikan.
- Transformasi dakwah.
- Transformasi ekonomi umat.
- Transformasi organisasi.
- Transformasi kepemimpinan.
Dalam bidang politik, PERTI menghormati kebebasan kader untuk berkiprah sesuai pilihan politik masing-masing. Namun yang harus dijaga adalah etika, akhlak, dan orientasi kemaslahatan.
Politik yang diperjuangkan bukan politik kebencian, bukan politik perpecahan, melainkan politik yang merdeka, bebas, dan bernurani.
Politik yang memperjuangkan pendidikan, keadilan, kesejahteraan, dan kemajuan umat.
Kearifan adat mengingatkan:
«"Kalau ado nan di awak, manga urang lain dipilih."»
Jika kita memiliki kelebihan, jangan melupakan orang lain. Jika kita memperoleh amanah, jangan mengabaikan kepentingan masyarakat. Jika kita berhasil, jangan meninggalkan mereka yang masih membutuhkan bantuan. Inilah esensi kepemimpinan dan politik yang bernurani.
Menyatukan Kekuatan PERTI
Hari ini yang diperlukan bukan sekadar memperbesar organisasi, tetapi memperkuat konsolidasi dan sinergi.
PERTI harus menjadi rumah besar perjuangan bersama.
Rumah pendidikan.
Rumah dakwah.
Rumah sosial.
Rumah kaderisasi.
Rumah pengabdian umat.
MTI, pesantren, alumni, jamaah, dan seluruh keluarga besar Tarbiyah Islamiyah harus terhubung dalam satu gerakan yang saling memperkuat.
Karena itu, kebangkitan PERTI harus dilakukan secara berjamaah, bukan sendiri-sendiri.
Penutup
Masa depan PERTI tidak ditentukan oleh besarnya tantangan yang dihadapi, tetapi oleh kemampuan seluruh keluarga besar Tarbiyah Islamiyah untuk bersatu, bergerak, dan bekerja bersama.
Dengan menjaga istiqamah pada khittah pendidikan, dakwah, dan sosial, dengan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman, serta dengan keberanian melakukan transformasi menuju kemajuan, insya Allah PERTI akan semakin kokoh dan semakin relevan dalam menjawab kebutuhan umat.
Mari kita jadikan momentum silaturahim ini sebagai energi baru untuk memperkuat persaudaraan dan memperbesar manfaat organisasi bagi umat dan bangsa.
PERTI Bangkit Berjamaah, Maju Bersama.
PERTI Istiqamah dalam Prinsip, Adaptif dalam Strategi, dan Transformatif dalam Gerakan.
Bersama PERTI, Kita Mencerdaskan Umat, Menguatkan Dakwah, Memajukan Pendidikan, dan Membangun Peradaban.
