![]() |
| Diskusi soal kemunduran Arisal Aziz dari Ketua DPW PAN Sumatera Barat. |
Oleh: Duski Samad
Tokoh Masyarakat dan Penggerak Sosial
Sore Selasa, 1 Muharram 1448 H/16 Juni 2026, penulis bersama Ketua Yayasan Sosial Arisal Aziz, Tenaga Ahli DPR RI, dan seorang pengurus PAN diminta berdiskusi dalam kemasan Podcast tentang kiprah sosial H. Arisal Aziz (JOSAL), Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Sumatera Barat II. Diskusi tersebut menjadi menarik karena berlangsung di tengah perhatian publik terhadap dinamika politik yang sedang terjadi, termasuk pengunduran dirinya dari jabatan Ketua DPW PAN Sumatera Barat.
Namun di luar dinamika politik itu, terdapat satu sisi yang tidak dapat diabaikan, yaitu kiprah sosial Arisal Aziz yang telah berlangsung jauh sebelum beliau menjadi anggota DPR RI.
Pengusaha yang Tumbuh dari Kerja Nyata
Dalam banyak pengalaman, tidak semua pengusaha memiliki kepedulian sosial yang kuat. Sebaliknya, tidak semua politisi memiliki tradisi pengabdian yang panjang kepada masyarakat. Pada diri Arisal Aziz, sebagian masyarakat melihat adanya irisan antara dunia usaha, politik, dan kerja sosial.
Sejak membangun dan mengembangkan usaha transportasi dan logistik melalui perusahaan yang dikenal luas masyarakat, ia telah menempatkan sebagian keberhasilannya untuk membantu masyarakat. Bantuan tersebut bukan baru muncul setelah memasuki dunia politik, tetapi telah berlangsung sejak lama.
Bagi banyak orang, inilah yang membedakan antara aktivitas sosial yang lahir dari kebutuhan pencitraan dengan aktivitas sosial yang tumbuh dari kebiasaan dan komitmen pribadi.
Jejak Kerja Sosial yang Terlihat
Dalam berbagai kesempatan, masyarakat menyaksikan sejumlah program sosial yang dijalankan secara konsisten.
Di antaranya adalah distribusi bantuan beras yang mencapai puluhan ton setiap tahun kepada masyarakat kurang mampu, ditambah bantuan rutin kepada panti asuhan dan kelompok sosial.
Beliau juga menyediakan mobil ambulans gratis yang dapat digunakan oleh kelompok masyarakat, masjid, organisasi sosial, dan komunitas yang membutuhkan layanan kemanusiaan.
Di bidang ekonomi rakyat, Arisal Aziz mendistribusikan bibit pinang dalam jumlah besar yang mencapai sekitar satu juta batang. Program ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya di daerah pedesaan.
Dalam bidang pendidikan keagamaan, bantuan diberikan kepada guru mengaji, rumah tahfiz, surau, dan berbagai lembaga pendidikan Islam. Tidak sedikit pula rumah ibadah yang memperoleh bantuan pembangunan maupun renovasi.
Bahkan, beliau terlibat langsung dalam pembangunan masjid dan saat ini sedang merintis pembangunan pesantren sebagai bagian dari investasi sosial dan pendidikan umat.
Salah satu prinsip yang sering disampaikan oleh orang-orang yang dekat dengan aktivitas sosialnya adalah bahwa setiap proposal yang masuk akan diupayakan untuk dibantu sesuai kemampuan yang ada. Prinsip ini membuat banyak kelompok masyarakat merasa memiliki akses yang lebih mudah terhadap bantuan sosial.
Selain itu, tersedia pula bantuan hukum gratis bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum, terutama kelompok yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Di bidang ekonomi digital dan pelayanan masyarakat, Arisal Aziz juga memperkenalkan aplikasi JOSAL yang dirancang untuk mendukung berbagai layanan masyarakat dengan biaya yang lebih ringan dan terjangkau.
Irisan Sosial dan Politik
Dalam teori politik modern, kerja sosial dan politik sesungguhnya memiliki titik temu yang kuat. Politik ideal bertujuan menghadirkan kemaslahatan publik, sedangkan kerja sosial bertujuan membantu masyarakat menyelesaikan persoalan kehidupan mereka.
Karena itu, masyarakat sering kali menilai seorang politisi bukan hanya dari pidato, baliho, atau janji kampanye, melainkan dari rekam jejak pengabdiannya.
Di tengah menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik dan politisi di Indonesia, kehadiran figur yang memiliki jejak sosial nyata menjadi penting. Masyarakat cenderung lebih mudah mempercayai pemimpin yang sudah terbukti hadir sebelum meminta dukungan politik.
Dalam perspektif ini, aktivitas sosial Arisal Aziz menjadi modal sosial yang bernilai tinggi. Ia membangun hubungan dengan masyarakat bukan semata melalui struktur politik, tetapi melalui pengalaman langsung masyarakat yang menerima manfaat dari program-program yang dijalankannya.
Harapan Masyarakat kepada JOSAL
Besarnya dukungan dan perhatian masyarakat kepada JOSAL tidak lahir dalam ruang kosong. Harapan tersebut muncul karena masyarakat melihat adanya kesinambungan antara kata dan tindakan.
Banyak warga berharap agar kiprah sosial yang telah dilakukan selama ini tidak berhenti pada level bantuan karitatif, tetapi berkembang menjadi gerakan pemberdayaan yang lebih luas, menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memperluas akses kesehatan masyarakat.
Masyarakat juga berharap agar posisi beliau sebagai anggota DPR RI dapat menjadi jembatan yang semakin kuat untuk memperjuangkan aspirasi daerah, terutama bagi masyarakat Sumatera Barat yang membutuhkan dukungan kebijakan dan pembangunan yang berkeadilan.
JOSAL Sejahtera Bersama
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang pengusaha maupun politisi bukan hanya pada besarnya kekayaan atau tingginya jabatan yang dimiliki, melainkan pada sejauh mana kehadirannya memberi manfaat bagi orang banyak.
Rasulullah SAW bersabda:
"Khairunnas anfa'uhum linnas", sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia lainnya.
Dalam perspektif itulah kiprah Arisal Aziz dapat dibaca. Ia hadir sebagai sosok pengusaha yang memasuki dunia politik, namun tetap mempertahankan tradisi kerja sosial yang telah lama dijalankannya.
Masa depan akan menilai sejauh mana kontribusi tersebut mampu memberi dampak yang lebih besar bagi masyarakat. Namun satu hal yang sulit dibantah, jejak sosial yang telah ditorehkan menjadi alasan mengapa banyak masyarakat masih menaruh harapan kepada sosok yang akrab disapa JOSAL.
JOSAL Sejahtera Bersama bukan sekadar slogan, melainkan harapan agar kerja sosial, usaha, dan politik dapat bertemu dalam satu tujuan: menghadirkan kesejahteraan dan kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat. DS. 17062026.
