![]() |
Bismillāhirraḥmānirraḥīm
Beberapa hari kita berada di Kota Nabi shallallahu alaihi wasallam.
Udara Madinah pada waktu-waktu tertentu terasa agak dingin bagi sebagian jemaah. Ada yang mulai merasakan demam, flu, batuk, sakit tenggorokan, atau badan terasa lemah.
Dalam pandangan iman, sakit bukan sekadar gangguan fisik. Ia bisa menjadi kebaikan yang Allah subhanahu wata’ala hadiahkan kepada hamba-Nya, penggugur dosa dan pengangkat derajat.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
ما يُصيبُ المُسلِمَ مِن نَصَبٍ ولا وصَبٍ، ولا هَمٍّ ولا حُزنٍ، ولا أذًى ولا غَمٍّ، حتَّى الشَّوكةِ يُشاكُها، إلَّا كَفَّرَ اللهُ بها مِن خَطاياه
(HR. Al-Bukhārī, no. 5641 dari Abu Hurairah radhiyallāhu 'anhu)
Dalam riwayat lain beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda:
إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا
“Apabila seorang hamba sakit atau safar, maka dituliskan baginya pahala seperti amalan yang biasa ia lakukan ketika sehat dan mukim.”
(HR. Al-Bukhārī, no. 2996 dari Abu Musa Al-Asy‘arī radhiyallāhu 'anhu)
Karena itu, kita menyikapi kondisi ini dengan hati yang tenang.
Kita tetap berikhtiar dengan minum obat, menjaga makan, istirahat yang cukup, dan saling membantu sesama jemaah, sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:
تَدَاوَوْا عِبَادَ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ دَوَاءً
“Berobatlah wahai hamba-hamba Allah, karena Allah tidak menurunkan suatu penyakit melainkan menurunkan pula obatnya.”
(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Yang menenangkan, ibadah umrah kita telah tuntas dilaksanakan di Kota Makkah.
Apa yang kita jalani di Madinah sekarang adalah rangkaian ibadah tambahan yang sangat mulia: shalat berjamaah di Masjid Nabawi, memperbanyak shalawat, dzikir, dan ziarah yang syar‘i.
Allah subhanahu wata’ala berfirman:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya.”
(QS. al-Baqarah: 286)
Maka jalankan ibadah sesuai kemampuan pribadi.
Yang kuat silakan memperbanyak amalan.
Yang sedang sakit tetap mendapatkan pahala niat, kesabaran, dan keridhaan menerima takdir Allah.
Semoga setiap rasa tidak nyaman menjadi penggugur dosa, penguat hati, dan penambah cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya.
Semoga Allah subhanahu wata’ala menyembuhkan yang sakit, menguatkan yang lemah, dan menerima seluruh ibadah kita. Aamiin.
Madinah al-Munawwarah
Selasa, 24 Maret 2026 M
Zulkifli Zakaria
