![]() |
Oleh: Duski Samad
Ketua Yayasan Islamic Centre Syekh Burhanuddin Padang Pariaman
Kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur fisik, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Sejarah membuktikan bahwa daerah yang besar adalah daerah yang memiliki lembaga pendidikan yang kuat, terutama pendidikan yang mampu membangun ilmu, karakter, dan peradaban sekaligus.
Dalam konteks inilah keberadaan STIT Syekh Burhanuddin Padang Pariaman harus dilihat sebagai aset strategis daerah, bukan sekadar lembaga pendidikan tinggi biasa. Kampus ini adalah bagian dari mata rantai sejarah panjang pendidikan Islam yang berakar dari tradisi surau dan perjuangan ulama besar Minangkabau, Syekh Burhanuddin Ulakan.
Topik ini mengemuka dalam suasana silaturahim antara Pengurus Yayasan Islamic Centre Syekh Burhanuddin, pimpinan STIT Syekh Burhanuddin, Pembina Yayasan Dr. H. Helmi, M.Ag, dengan Bupati Padang Pariaman John Kennedy Aziz, yang juga Ketua Pembina Yayasan. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk membicarakan masa depan STIT Syekh Burhanuddin sebagai pilar pendidikan Islam di daerah ini.
Dalam dialog yang hangat namun penuh gagasan strategis tersebut, muncul satu kesadaran bersama bahwa sudah saatnya STIT Syekh Burhanuddin naik kelas.
Progres Nyata Pengembangan Akademik
Perkembangan STIT Syekh Burhanuddin dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan arah kemajuan yang nyata dan terukur. Pada tahun 2025, proses administrasi pembukaan program studi baru telah selesai melalui tahapan penilaian asesor. InsyaAllah pada April 2026 akan terbit izin operasional dua program studi strategis, yaitu:
Pertama, Program Studi S2 Magister Pendidikan Islam, yang diharapkan menjadi pusat pengembangan keilmuan, penelitian, dan peningkatan kualitas guru serta tenaga kependidikan Islam di Sumatera Barat.
Kedua, Program Studi S1 Manajemen Haji dan Umrah, yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat Muslim, sekaligus menjawab peluang besar dalam pengelolaan layanan ibadah haji dan umrah yang profesional.
Selain itu, Program Studi S1 Hukum Keluarga Islam juga sedang dipersiapkan untuk proses penilaian asesor dalam waktu dekat. Program ini sangat penting dalam memperkuat kajian hukum Islam, khususnya dalam bidang perkawinan, waris, wakaf, dan persoalan keluarga Muslim kontemporer.
Jika seluruh program ini berjalan sesuai rencana, maka STIT Syekh Burhanuddin akan berkembang dari kampus pendidikan keagamaan konvensional menjadi pusat pengembangan ilmu-ilmu keislaman yang lebih luas dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Langkah Strategis Menuju Pascasarjana Berkualitas
Dalam rangka mendukung pembukaan Program Magister Pendidikan Islam, sejumlah agenda strategis telah dijajaki dan segera direalisasikan.
Pertama, kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, terutama terkait izin pemanfaatan lahan milik pemerintah daerah yang saat ini digunakan oleh STIT Syekh Burhanuddin. Selain itu juga dibahas kemungkinan dukungan beasiswa bagi ASN maupun masyarakat, serta bentuk bantuan lain sesuai regulasi yang berlaku.
Kedua, kerjasama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, terutama terkait izin belajar bagi ASN di lingkungan Kementerian Agama serta penguatan kerjasama akademik lainnya.
Ketiga, kerjasama dengan Penerbit Artaz Pustaka dalam penerbitan karya ilmiah strategis berupa Ensiklopedia Tuanku dan Warisan Syekh Burhanuddin Ulakan. Karya ini diharapkan menjadi kontribusi STIT Syekh Burhanuddin dalam mendokumentasikan jaringan keilmuan ulama Minangkabau sekaligus memperkuat identitas akademik kampus.
Keempat, rencana pembangunan gedung Pascasarjana yang representatif serta pengembangan laboratorium pendidikan Islam terpadu sebagai pusat inovasi pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa transformasi STIT Syekh Burhanuddin tidak berjalan secara sporadis, tetapi melalui perencanaan yang sistematis dan bertahap.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Harapan Besar Masyarakat
Upaya yang dilakukan Yayasan dan pimpinan kampus tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Bupati Padang Pariaman. Bahkan beliau mendorong agar proses percepatan tersebut segera direalisasikan dan menyatakan kesediaannya untuk membantu memfasilitasi komunikasi dengan pemerintah pusat.
Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara pemerintah daerah dan pengelola STIT Syekh Burhanuddin bahwa pembangunan pendidikan merupakan kunci kemajuan daerah.
Bupati juga berharap STIT Syekh Burhanuddin dapat menjadi garda terdepan dalam percepatan pembangunan pendidikan sekaligus berperan sebagai pilar utama dalam pembinaan akhlak generasi muda.
Harapan ini sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini. Kita tidak bisa menutup mata bahwa tantangan generasi muda semakin kompleks. Krisis pemahaman keislaman yang komprehensif, krisis moral, pergeseran nilai budaya, serta minimnya figur teladan menjadi persoalan nyata yang harus dijawab oleh dunia pendidikan.
Karena itu STIT Syekh Burhanuddin tidak boleh hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga harus melahirkan generasi yang kuat secara moral, matang secara spiritual, dan siap menjadi teladan di tengah masyarakat.
Momentum Transformasi Kelembagaan
Pembina Yayasan Islamic Centre Syekh Burhanuddin, Dr. H. Helmi, M.Ag, yang juga memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan perguruan tinggi keagamaan, memberikan apresiasi terhadap kerja nyata dan terukur yang telah dilakukan Yayasan dan pimpinan STIT Syekh Burhanuddin.
Menurut beliau, jika konsistensi ini terus dijaga, maka transformasi STIT menjadi Institut bahkan Universitas merupakan sesuatu yang realistis dan sangat ditunggu masyarakat.
Transformasi tersebut tentu bukan sekadar perubahan nama, tetapi perubahan kualitas, kapasitas, dan kontribusi terhadap masyarakat.
STIT Syekh Burhanuddin memiliki modal sosial dan historis yang kuat untuk itu. Nama besar Syekh Burhanuddin bukan hanya simbol sejarah, tetapi amanah moral untuk menjadikan kampus ini sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang berakar pada tradisi dan terbuka terhadap modernitas.
STIT sebagai Investasi Peradaban
Perguruan tinggi pada hakikatnya adalah investasi peradaban. Dari kampus lahir generasi yang akan menentukan wajah masa depan daerah.
Karena itu STIT Syekh Burhanuddin harus dipandang sebagai investasi jangka panjang Padang Pariaman dalam membangun SDM unggul, religius, dan berkarakter.
Jika kampus ini berkembang, maka:
kualitas guru akan meningkat, kualitas dakwah akan meningkat, kualitas kepemimpinan umat akan meningkat, dan kualitas kehidupan sosial masyarakat juga akan meningkat.
Inilah makna strategis keberadaan perguruan tinggi Islam di daerah yang memiliki akar tradisi keulamaan yang kuat seperti Padang Pariaman.
Penutup
Hari ini STIT Syekh Burhanuddin berada pada momentum penting dalam sejarahnya. Dukungan pemerintah daerah, kesiapan kelembagaan, pengembangan program studi, serta kepercayaan masyarakat merupakan modal besar untuk melangkah lebih jauh.
Yang dibutuhkan sekarang adalah komitmen bersama, kerja kolektif, dan keberanian untuk melakukan lompatan besar menuju perguruan tinggi Islam yang lebih unggul.
Karena sesungguhnya:
Membangun kampus berarti membangun generasi. Membangun generasi berarti membangun masa depan.
Dan STIT Syekh Burhanuddin adalah bagian dari ikhtiar besar membangun masa depan Padang Pariaman melalui pendidikan Islam yang unggul dan berkarakter.
Jika momentum ini dijaga dengan baik, maka bukan tidak mungkin dalam waktu yang tidak terlalu lama, STIT Syekh Burhanuddin akan bertransformasi menjadi Universitas Islam Syekh Burhanuddin yang menjadi kebanggaan Padang Pariaman dan Sumatera Barat.
Karena lembaga besar selalu lahir dari visi besar, kerja besar, dan keberanian untuk berubah.ds.220326.
