![]() |
Oleh: Prof. Dr. Duski Samad, M.Ag
Ketua Yayasan Islamic Centre (YIC) Syekh Burhanuddin Pariaman
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, segala puji bagi Allah Swt. yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk mengikuti Asesmen Lapabgan Prodi Baru Magister Pendidikan Islam (S2) STIT Syekh Burhanuddin Pariaman 25 November 2025. Yang berdirinya Kampus Fakultas Tarbiyah, berdirinya pada 8 Mei 1978, ini adalah sebuah perjalanan panjang yang penuh dedikasi, perjuangan, dan pengabdian untuk pendidikan Islam dan pencerdasan masyarakat.
Shalawat dan salam kita sampaikan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw., teladan para pendidik, pendiri peradaban, dan pembawa risalah yang memuliakan ilmu.
Selamat datang kami sampaikan pada Bapak Sekretaris Dirjen Pendis Prof. Dr. Arskal Salim GP, M.Ag. Bapak Asesor Prof.Dr. Fauzan M.Ag dan Prof.Dr. Miftah Arifin, M.Ag, Tim Diktis Bapak Aris Irawan, SE.
Penghormatan kepada Para Pihak
Pada kesempatan berbahagia ini, izinkan saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada:
Bapak Bupati Padang Pariaman, Ketua DPRD, Rektor IAIN Imam Bonjol, Kementerian Agama, Ketua MUI, Ketua LKAAM, Pimpinan, dosen dan civitas akademika STIT SB.
2. Identitas dan Visi Ulama Besar: Syekh Burhanuddin 1704 M
Kita bersyukur bahwa lembaga ini mengusung nama besar ulama pembaharu dan pengembang Islam di Minangkabau, Syekh Burhanuddin Ulakan (w. 1704 M)—tokoh yang bukan hanya mendirikan surau dan jaringan tarekat, tetapi membangun sistem pendidikan tafaqquh fiddin dan pencerahan masyarakat.
Ruh perjuangan itu sejalan dengan pesan Al-Qur’an:
> “Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka satu kelompok untuk memperdalam ilmu agama dan memberi peringatan kepada kaumnya…”
(QS. At-Taubah: 122)
Inilah fondasi filosofis dan visi pendidikan kita:
Surau — Tafaqquh Fiddin — Pencerahan Masyarakat.
3. Sejarah Kelembagaan: Dari Pembinaan Pemkab hingga Yayasan
Sejak berdiri tahun 1978, lembaga ini berada dalam pembinaan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Struktur awalnya adalah Badan Penyelenggara, di mana seluruh aktivitas pendidikan, kelembagaan, dan administrasi mendapat dukungan penuh Pemerintah Daerah.
Sesuai tuntutan regulasi Perguruan Tinggi swasta Kementerian Agama.
Pada tahun 2015, terjadi transformasi kelembagaan penting: Badan Penyelenggara berubah menjadi Yayasan Islamic Centre Syekh Burhanuddin yang ketua pertama Drs. Martias Mahyuddin, MM dan sejak bulan Agustus 2022 saya mendapat amanah sebagai Ketua Yayasan kedua, dan—insya Allah—akan mengakhiri amanah ini pada tahun 2027.
Perubahan ini menegaskan komitmen untuk membangun lembaga pendidikan Islam yang lebih mandiri, profesional, dan berorientasi pada mutu.
Penambahan Program Studi: Jawaban atas Kebutuhan Umat
Atas dukungan kuat Pemkab Padang Pariaman, dorongan para alumni, dan aspirasi masyarakat, YIC telah menetapkan pengembangan akademik penting:
Program Studi Baru:
1. S2 Pendidikan Agama Islam (PAI)
2. S1 Manajemen Haji dan Umrah
3. S1 Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah)
Tiga program ini merupakan jawaban atas kebutuhan zaman—kebutuhan akan guru profesional, ahli manajemen ibadah, dan pakar hukum keluarga yang kompeten.
5. Milestone YIC 2026–2030: Langkah Nyata Menuju Institut
Untuk memperkuat daya saing dan menjadikan STIT Syekh Burhanuddin sebagai pusat keilmuan Islam terkemuka di Pantai Barat Sumatera, YIC menyusun milestone strategis:
1) Tahun 2026–2027
Pengajuan 1 Prodi S2 PAI
Pengajuan 2 Prodi S1 baru
2) Tahun 2027–2028
Pengajuan peningkatan status dari STIT → STAI
Jika memungkinkan secara regulasi dan kesiapan, kita targetkan langkah menuju IAI (Institut Agama Islam)
Dengan penambahan prodi dan peningkatan status kelembagaan ini, YIC ingin memastikan bahwa pendidikan Islam yang diwariskan Syekh Burhanuddin terus relevan, berkelanjutan, dan memberi manfaat besar bagi generasi masa depan.
6. Penutup:
Melanjutkan Warisan dan Membuka Masa Depan
Perjalanan 47 tahun ini adalah perjalanan surau, ulama, masyarakat, pemerintah, dan para sarjana yang mencintai pendidikan. Tidak ada lembaga yang kuat tanpa dukungan banyak pihak. Tidak ada pendidikan yang maju tanpa integritas, ketulusan, dan kerja bersama.
Mari kita warisi semangat Syekh Burhanuddin:
bersungguh-sungguh, ikhlas beramal, teguh pada ilmu, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Semoga YIC Syekh Burhanuddin terus menjadi centre of excellence bagi pendidikan Islam di Sumatera Barat dan Indonesia.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
