![]() |
Oleh: Duski Samad
Santri MTI Batang Kabung 1973–1980
Ada orang yang membangun rumah ibadah dengan hartanya. Ada yang membantu dengan tenaga dan pikirannya. Ada pula yang menghubungkan orang-orang baik dengan lembaga yang membutuhkan pertolongan. Mereka semua adalah agency sorga, para perantara kebaikan yang membuka jalan menuju rida Allah SWT.
Foto kebersamaan di lingkungan Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Batang Kabung ini merekam ikhtiar sejumlah insan yang bekerja dalam senyap, tetapi memiliki kepedulian besar terhadap keberlangsungan rumah ibadah dan pendidikan Islam.
Di tengah rombongan berdiri Ibu Rafiqah, pimpinan tim pelaksana (IO) program CSR Unilever dari Medan. Bersama timnya, beliau akan melaksanakan renovasi fasilitas sanitasi, tempat wuduk, dan WC Mushalla Al Azhar, sebuah rumah ibadah yang mempunyai sejarah panjang dalam pembinaan santri MTI Batang Kabung.
Di sebelah kanannya terdapat Firdaus, Wakil Ketua PW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumatera Barat, yang berperan sebagai fasilitator bantuan. Di sampingnya, H. Faridansyah, Koordinator WAMY Sumatera Barat, yang menjadi koordinator tim teknis, didampingi tim teknis Unilever Padang.
Sementara di arah kiri penulis hadir bersama Taharuddin dan Fauzan Zakir, Ketua PERADI Padang. Kehadiran mereka mencerminkan kepedulian bersama terhadap keberlangsungan rumah ibadah dan ruang pendidikan umat.
Mereka datang dari latar belakang, profesi, dan tanggung jawab yang berbeda, tetapi dipertemukan oleh satu tujuan: menyalurkan kebaikan agar memberi manfaat bagi orang banyak.
Mushalla dan Madrasah, Investasi Akhirat
Mushalla Al Azhar bukan sekadar bangunan fisik. Ia adalah ruang pembentukan iman, adab, ilmu, dan karakter generasi santri. Di tempat seperti inilah nilai-nilai Islam diwariskan melalui pengajian, ibadah, keteladanan guru, dan kehidupan berjamaah.
Begitu pula madrasah yang tampak telah memperoleh sentuhan renovasi. Bangunan yang lebih layak, bersih, dan nyaman merupakan bagian dari ikhtiar memuliakan ilmu dan para penuntutnya.
Perbaikan sanitasi dan WC mungkin tampak sebagai pekerjaan teknis biasa. Namun, dalam perspektif keagamaan, menjaga kebersihan dan menyediakan fasilitas bersuci merupakan bagian penting dari pelayanan ibadah.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Man dalla ‘alā khairin falahū mitslu ajri fā‘ilih.
“Barang siapa menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim).
Hadis ini memberikan landasan spiritual bagi peran para fasilitator, penghubung bantuan, penyumbang, dan pekerja teknis. Mereka mungkin tidak semuanya mengeluarkan dana, tetapi kontribusi mereka memungkinkan kebaikan terlaksana.
Agency Sorga: Jaringan Kebaikan yang Terus Mengalir
Istilah agency sorga dalam tulisan ini adalah metafora spiritual bagi mereka yang menjadi penggerak, penghubung, dan pelaksana amal kebajikan.
Dalam dunia modern, jaringan kebaikan tidak cukup hanya mengandalkan niat. Ia membutuhkan komunikasi, kepercayaan, kompetensi teknis, transparansi, dan kerja sama lintas lembaga.
Ketika dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, profesional, dan masyarakat bersinergi, maka bantuan sosial tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia dapat menjadi gerakan pemberdayaan yang berkelanjutan.
Al-Qur’an menegaskan:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan ketakwaan.” (QS. Al-Ma’idah: 2).
Semangat ta‘awun inilah yang patut diperluas. Masih banyak mushalla, masjid, surau, dan madrasah yang membutuhkan perhatian, bukan hanya untuk pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan mutu pelayanan, pendidikan, dan pembinaan umat.
Semoga Menjadi Jalan Menuju Sorga
Pertemuan sederhana ini membawa pesan yang besar. Kebaikan tidak harus menunggu seseorang menjadi kaya, berkuasa, atau memiliki jabatan tinggi. Setiap orang dapat mengambil peran sesuai kemampuan dan jaringan yang dimilikinya.
Ada yang memiliki dana, ada yang mempunyai akses, ada yang menguasai keterampilan, dan ada pula yang mampu menyatukan semuanya.
Semoga Ibu Rafiqah bersama tim IO CSR Unilever, Firdaus, H. Faridansyah, Taharuddin, Fauzan Zakir, dan seluruh pihak yang terlibat memperoleh balasan terbaik dari Allah SWT.
Semoga jalan sorga melalui pelayanan rumah ibadah dan pendidikan ini diikuti oleh semakin banyak ‘ibadurrahman, hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih.
Sebab, ukuran kemuliaan seseorang bukan semata-mata seberapa banyak yang dimilikinya, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat dihadirkannya bagi sesama.
Batang Kabung, 13 Oktober 2026.
Duski Samad
