![]() |
Padang, -- Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh Burhanuddin Pariaman terus ditantang. Sukses memulai program pendidikan master atau S2, kini sekolah tinggi yang dinaungi Yayasan Islamic Centre Syekh Burhanuddin (YICSB) itu dituntut dan ingin meningkatkan statusnya ke Institut Agama Islam Syekh Burhanuddin.
Tantangan itu, setidaknya menjadi lompatan tersendiri dari pergerakan yang dilakukan oleh pelaksana sekolah dan YICSB. Rencana itu pun mengemuka, Kamis 24 September 2026, dalam helat Sidang Senat wisuda ke 35 di Padang.
Seperti disampaikan Sekretaris Kopertis Wilayah VI Sumatera Barat, Muhammad Fadli. 80 lebih mahasiswa STIT Syekh Burhanuddin yang berdiri tahun 1978 ini, mengikuti wisuda itu.
"Tahun depan, yang wisuda bukan lagi STIT Syekh Burhanuddin, tetapi IAI Syekh Burhanuddin," katanya.
Ketua STIT Syekh Burhanuddin, Dr. Neni Triana menyebutkan, bahwa program S2 baru saja dicanangkan. "Itu janji kami tahun kemarin yang diwujudkan saat ini. Insya Allah, peningkatan status setelah adanya penambahan program studi, sudah di depan mata," ujar Neni Triana dalam pidatonya.
Bupati Padang Pariaman, Dr. John Kenedy Azis ikut memberikan sambutan. Sama dengan Walikota Pariaman yang diwakili Staf Ahli Dr. Sadrianto.
Sementara, sambutan YICSB disampaikan Sekretaris Ali Amran. Ketua YICSB Prof. Duski Samad memberikan kuliah umum.
STIT Syekh Burhanuddin baru saja melaunching dua buah buku, yakni 100 Syekh dan Tuanku Bersanad pada Syekh Burhanuddin dan Living Heritage Syekh Burhanuddin. Kepada para penulis buku itu, saat prosesi wisuda diberikan piagam penghargaan, diserahkan Bupati John Kenedy Azis ke para penulis yang dikoordinatori Duski Samad.
Poin penting pedato John Kenedy Azis, adalah nama besar Syekh Burhanuddin yang terus abadi dan melegenda. Tak heran, dia pun mengusulkan ke Pemprov Sumatera Barat, untuk mengganti nama bandara internasional yang terletak di Katapiang dari BIM ke "Bandara Internasional Syekh Burhanuddin".
