![]() |
MU-ONLINE, Tanah Datar, -- Kepedulian terhadap kebersihan dan kemajuan pesantren, mengantarkan Jaswardi alias Pijay, salah seorang santri Pondok Pesantren Darul Ulum Padang Magek, menerima piagam penghargaan dari pimpinan pesantren tersebut.
Piagam penghargaan, diserahkan salah seorang pimpinan Darul Ulum, H. Ampera Salim. Pemberian penghargaan tersebut, sebelumnya telah disepakati pimpinan bersama para guru Pondok Pesantren Darul Ulum Padang Magek, sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan kepedulian Pijay terhadap pesantren.
H. Ampera Salim mengatakan, Pijay selama ini dikenal sangat peduli terhadap kebersihan lingkungan pesantren. Tanpa harus disuruh, ia dengan sukarela melakukan berbagai pekerjaan untuk menjaga lingkungan Darul Ulum tetap bersih dan nyaman.
Mulai dari menyapu halaman, mengepel mushala hingga membersihkan lingkungan sekitar pondok, dilakukannya secara rutin.
“Pijay sangat peduli terhadap kebersihan lingkungan pesantren. Dia tidak perlu disuruh. Dengan kesadarannya sendiri, dia membersihkan halaman, mengepel mushala dan membersihkan lingkungan pondok,” ujar Ampera Salim.
Tidak hanya soal kebersihan, Pijay juga dinilai memiliki kepedulian besar terhadap pembangunan dan keberlangsungan Pondok Pesantren Darul Ulum.
Dalam satu tahun terakhir, Pijay aktif membantu mencarikan donatur untuk pembangunan pesantren, termasuk berupaya mendapatkan bantuan, untuk mengangsur utang pesantren ke toko bangunan.
Untuk itu, Pijay rela berkeliling dari kampung ke kampung, masuk kantor dan keluar kantor, bahkan menyusuri berbagai tempat di Kabupaten Tanah Datar, demi mendapatkan bantuan bagi Darul Ulum.
Upaya tersebut dilakukan Pijay dengan penuh kesungguhan. Ia mendatangi berbagai pihak dan menyampaikan kebutuhan pesantren, dengan harapan ada masyarakat maupun donatur, yang bersedia membantu.
Kepedulian Pijay terhadap Darul Ulum sebenarnya bukan hal baru. Ia telah tercatat sebagai santri pesantren tersebut sejak tahun 2003. Artinya, lebih dari 20 tahun kehidupannya telah dijalani bersama lingkungan Darul Ulum.
Selama berada di pesantren, Pijay tidak hanya mengikuti kegiatan sebagai santri, tetapi juga menunjukkan kepedulian melalui tindakan nyata. Kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan pesantren, telah dilakukannya sejak dahulu.
Pimpinan dan guru-guru Darul Ulum menilai, apa yang dilakukan Pijay patut diapresiasi. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi bentuk penghormatan atas pengabdiannya, sekaligus menjadi motivasi bagi santri lainnya, untuk ikut peduli terhadap kebersihan, kenyamanan dan kemajuan pesantren.
Bagi Pijay, yang berasal dari Payo Pincuran VII, Kecamatan Batipuh Selatan, Tanah Datar, ini keberadaan Darul Ulum bukan sekadar tempat menuntut ilmu. Lebih dari itu, pesantren tersebut telah menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya, selama lebih dari dua puluh tahun.
Selamat ya, Pijay...
