![]() |
Oleh: Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag.
Ketua Yayasan Islamic Centre Syekh Burhanuddin Pariaman
Pendidikan tinggi Islam pada abad ke-21 tidak cukup hanya melahirkan lulusan yang menguasai teori. Di tengah disrupsi teknologi, kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), digitalisasi, dan globalisasi, perguruan tinggi Islam dituntut menghasilkan sumber daya manusia yang mampu menjadi pakar, peneliti, inovator, dan penggerak pendidikan Islam yang tidak hanya menguasai ilmu, tetapi juga mampu memimpin perubahan. Karena itu, kualitas kurikulum dan keterlibatan Guru Besar sebagai pengampu mata kuliah menjadi salah satu indikator penting mutu sebuah program magister.
Program Magister (S2) Pendidikan Agama Islam STIT Syekh Burhanuddin Pariaman hadir dengan paradigma pendidikan yang mengintegrasikan tradisi keilmuan Islam (turats), pendidikan surau, riset ilmiah, integrasi sains, inovasi pembelajaran, transformasi digital, dan penguatan karakter. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman tanpa melepaskan akar tradisi keilmuan Islam yang telah diwariskan para ulama.
Keunggulan utama program ini adalah keterlibatan para Guru Besar yang memiliki kepakaran dan reputasi nasional dalam bidang pendidikan Islam, sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman belajar langsung dari para akademisi senior yang menguasai bidangnya.
Guru Besar Pengampu
Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag.
Mata Kuliah: Studi Pendidikan Surau, Jaringan, dan Prospeknya
Mata kuliah ini mengkaji filosofi, sejarah, jaringan sanad keilmuan, serta revitalisasi sistem pendidikan surau sebagai model pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Kajian ini sekaligus menjadi identitas akademik STIT Syekh Burhanuddin Pariaman yang memperkuat posisi surau sebagai pusat pembentukan ulama, karakter, dan peradaban Islam Minangkabau.
Prof. Dr. H. Remon Lapisa, M.Si.
Mata Kuliah: Integrasi Sains dengan Pendidikan Islam
Membangun paradigma integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, kecerdasan artifisial (AI), dan nilai-nilai Islam sebagai fondasi pendidikan masa depan. Mata kuliah ini menjadi jawaban atas dikotomi ilmu agama dan ilmu umum melalui pendekatan integratif yang relevan dengan perkembangan zaman.
Prof. Dr. H. Syafruddin, M.Ag.
Mata Kuliah: Kitab Turats, Tafsir, dan Hadis
Memperkuat penguasaan khazanah klasik Islam sebagai sumber pengembangan Pendidikan Agama Islam yang otoritatif, moderat, dan kontekstual. Dari turats lahir fondasi epistemologis yang kokoh untuk menjawab berbagai persoalan pendidikan Islam kontemporer.
Prof. Dr. H. Armai Arief, M.A.
Mata Kuliah: Sejarah Pendidikan dan Ilmu Pendidikan
Memberikan landasan filosofis, historis, dan teoritis dalam memahami perkembangan pendidikan Islam serta merancang inovasi pendidikan yang berakar pada pengalaman sejarah sekaligus berorientasi pada masa depan.
Prof. Dr. H. Zainal Asril, M.Pd.
Mata Kuliah: Evaluasi Pendidikan
Membekali mahasiswa dengan kemampuan merancang sistem evaluasi, penjaminan mutu, asesmen pembelajaran, serta pengembangan kualitas pendidikan berbasis data sehingga mampu meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pendidikan.
Profil Lulusan
Program Magister (S2) Pendidikan Agama Islam STIT Syekh Burhanuddin Pariaman dirancang untuk melahirkan lulusan dengan tiga kompetensi utama.
1. Profesional
Lulusan dipersiapkan menjadi:
Pakar Pendidikan Agama Islam.
Dosen dan guru profesional.
Kepala sekolah, kepala madrasah, dan pimpinan pesantren.
Pengembang kurikulum Pendidikan Agama Islam.
Konsultan dan penggerak pendidikan Islam.
Pengelola lembaga pendidikan yang inovatif dan adaptif.
2. Akademik
Lulusan memiliki kemampuan:
Melakukan penelitian pendidikan Islam berbasis turats dan kebutuhan kontemporer.
Menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi.
Mengembangkan model pembelajaran inovatif.
Mengintegrasikan ilmu keislaman, sains, teknologi, dan AI.
Menjadi pemikir dan pengembang kebijakan pendidikan Islam.
3. Generik
Lulusan memiliki karakter:
Berakhlak mulia dan berintegritas.
Visioner, adaptif, dan inovatif.
Mampu berkomunikasi dan berkolaborasi.
Memiliki literasi digital serta kepemimpinan transformasional.
Berkomitmen pada nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
Menjawab Tantangan Era Disrupsi
Perkembangan AI, digitalisasi pendidikan, globalisasi, dan perubahan sosial menuntut lahirnya pendidik yang tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga menjadi pemimpin perubahan. Program Magister (S2) Pendidikan Agama Islam STIT Syekh Burhanuddin Pariaman memadukan kekuatan tradisi pendidikan surau, khazanah ulama, riset ilmiah, teknologi digital, dan inovasi pendidikan untuk melahirkan generasi pendidik yang siap menghadapi tantangan abad ke-21.
Yang menjadi ciri khas program ini adalah keseimbangan antara penguasaan ilmu, kemampuan penelitian, dan pembentukan karakter. Pendidikan tidak hanya diarahkan pada penguasaan kompetensi akademik, tetapi juga pada pembentukan kepribadian yang berintegritas.
Sebagaimana pesan Imam Al-Ghazali:
> "Ilmu tanpa adab bagaikan api tanpa kayu, dan adab tanpa ilmu bagaikan tubuh tanpa jiwa."
Pesan tersebut menegaskan bahwa kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan harus selalu diiringi oleh adab, akhlak, dan tanggung jawab moral. Karena itu, seluruh proses pembelajaran dalam Program Magister (S2) Pendidikan Agama Islam STIT Syekh Burhanuddin Pariaman diarahkan untuk melahirkan lulusan yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, emosional, dan sosial.
Melalui bimbingan para Guru Besar, kurikulum yang integratif, budaya akademik yang kuat, serta komitmen terhadap inovasi, program ini bertekad menjadi pusat pengembangan pemikiran pendidikan Islam yang mampu melahirkan ulama intelektual, intelektual ulama, pakar, peneliti, inovator, dan penggerak pendidikan Islam yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan, masyarakat, bangsa, dan peradaban.
Tagline
"Belajar dari Tradisi, Berkarya dengan Inovasi, Memimpin Transformasi Pendidikan Islam."
Motto
"Mencetak Pakar, Peneliti, dan Penggerak Pendidikan Islam yang Profesional, Akademik, dan Berkarakter menuju Indonesia Emas 2045."
