![]() |
| Peringatan Haul ke-37 Syekh Buya Tuanku Sidi Tawaf di Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Islamiyah Buluah Kasok. |
Padang Pariaman – Suasana penuh khidmat dan sarat nilai spiritual menyelimuti Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Islamiyah Buluah Kasok, Nagari Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman, pada Sabtu (1/8/2026) malam.
Ribuan doa dipanjatkan dalam Haul ke-37 Almukaram Syekh Buya Tuanku Sidi Tawaf, ulama kharismatik yang telah memberikan pengabdian besar dalam membangun dan mengembangkan salah satu pondok pesantren tertua di Kabupaten Padang Pariaman ini.
Haul yang secara turun-temurun dilaksanakan setiap hari Sabtu di atas 10 bulan Safar menjadi momentum untuk mengenang keteladanan, perjuangan, serta jasa-jasa Almukaram Syekh Buya Tuanku Sidi Tawaf dalam mencetak generasi ulama, pendakwah, dan tokoh masyarakat yang tersebar di berbagai daerah di Sumatera Barat maupun luar daerah.
Ratusan alumni bersama jamaah dari berbagai pelosok memadati kawasan pondok pesantren untuk mengikuti seluruh rangkaian ibadah yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Kegiatan diawali dengan Shalat Isya berjamaah, dilanjutkan khatam Al-Qur'an 30 juz, pembacaan tahlil, Syafa'al Anam (badikie) di gobah, serta pengajian Kitab Simtul Majid di lingkungan pondok pesantren.
Seluruh rangkaian acara dipimpin langsung oleh Almukaram Buya Jalalen Tuanku Sidi, Pimpinan Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Islamiyah saat ini, yang juga merupakan putra kandung dari Almukaram Syekh Buya Tuanku Sidi Tawaf.
Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh alumni dan jamaah untuk terus menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, serta mempertahankan tradisi keilmuan dan amaliah Ahlussunnah wal Jamaah yang telah diwariskan para ulama terdahulu.
"Haul ini bukan sekadar mengenang wafatnya seorang ulama, tetapi menjadi bukti bahwa perjuangan dan ilmu yang ditinggalkan Almukaram Syekh Buya Tuanku Sidi Tawaf masih hidup dan terus diamalkan. Kehadiran para alumni dari berbagai daerah menunjukkan kuatnya ikatan batin dengan almamater serta besarnya rasa hormat kepada guru yang telah mengabdikan hidupnya untuk pendidikan Islam," katanya.
Melalui pelaksanaan haul ini, Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Islamiyah kembali menegaskan perannya sebagai benteng pendidikan Islam, pusat lahirnya kader-kader ulama, dan penjaga tradisi keilmuan yang telah diwariskan selama beberapa generasi.
Semangat pengabdian, keikhlasan, dan perjuangan Almukaram Syekh Buya Tuanku Sidi Tawaf diharapkan terus menjadi cahaya yang menerangi perjalanan pesantren dan umat Islam di masa yang akan datang.
Laporan: Aldi Tuanku Kuniang
