![]() |
Oleh: Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag.
Peserta Umrah Tamu Khadim Al-Haramain Al-Syarifain Raja Salman 1448 H / 2026 M
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Alhamdulillāh, lima hari berada di Madinah al-Munawwarah bukanlah sekadar masa persinggahan sebelum menuju Makkah. Program yang disusun oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui Khadim Al-Haramain Al-Syarifain menunjukkan bahwa umrah bukan hanya perjalanan ibadah ritual, tetapi juga perjalanan ilmu, sejarah, dan pembinaan spiritual.
Hari pertama diisi dengan kedatangan para tamu dari berbagai negara. Sejak menginjakkan kaki di Kota Nabi, hati dipenuhi rasa syukur karena Allah memperkenankan menjadi tamu di negeri yang penuh keberkahan ini.
Hari kedua, kami diajak mengunjungi Pameran Internasional dan Museum Sirah Nabawiyah & Peradaban Islam. Di sana, perjalanan hidup Rasulullah SAW disajikan melalui teknologi modern yang memperlihatkan bagaimana dakwah Islam membangun manusia dan peradaban. Sirah tidak hanya dipelajari sebagai sejarah, tetapi sebagai pedoman hidup.
Hari ketiga menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Kami mengunjungi Kompleks Percetakan Al-Qur'an Raja Fahd, pusat pencetakan mushaf terbesar di dunia yang telah menyebarkan jutaan Al-Qur'an ke berbagai penjuru bumi. Perjalanan dilanjutkan ke Gunung Uhud dan makam para syuhada, tempat kaum Muslimin belajar tentang arti pengorbanan, kesabaran, dan ketaatan kepada Rasulullah SAW. Setelah itu kami menunaikan salat di Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW, yang memiliki keutamaan besar dalam Islam.
Pada malam harinya, kami memperoleh kehormatan bertemu dengan Imam Masjid Nabawi, sebuah kesempatan langka yang mempererat hubungan keilmuan dan ukhuwah Islamiyah antara para tamu dari berbagai negara dengan para ulama di Kota Nabi.
Hari keempat diisi dengan sesi konsultasi fatwa, di mana para peserta dapat menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai ibadah, fikih, dan persoalan keagamaan secara langsung kepada para ulama. Program ini menunjukkan bahwa pelayanan terhadap tamu Allah tidak berhenti pada fasilitas, tetapi juga mencakup pembinaan ilmu dan pemahaman agama yang benar.
Hari kelima menjadi awal perjalanan menuju Makkah al-Mukarramah untuk menunaikan ibadah umrah. Madinah telah memberikan bekal ilmu, ketenangan, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW; kini saatnya melangkah menuju Baitullah dengan hati yang lebih siap, lebih khusyuk, dan lebih dekat kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
> لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
"Sungguh, pada diri Rasulullah terdapat suri teladan yang baik bagimu."
(QS. Al-Ahzab: 21)
Semoga seluruh rangkaian program ini tidak hanya menjadi kenangan indah, tetapi juga menjadi bekal untuk membawa pulang nilai-nilai Madinah: kecintaan kepada Al-Qur'an, keteladanan Rasulullah SAW, penghormatan kepada ilmu, persaudaraan sesama Muslim, serta semangat membangun peradaban Islam yang rahmatan lil 'alamin.
Madinah telah mendidik hati. Makkah akan menyempurnakan penghambaan. Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita dan menjadikan perjalanan ini sebagai umrah yang mabrur. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.
