![]() |
| Markaz Dakwah WAMY dan Majelis Profetik sebagai ikhtiar bersama menghadirkan pusat pembinaan ruhani, dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat di Kota Padang. |
Oleh: Duski Samad
Pembina Majelis Profetik
Alhamdulillāhi Rabbil 'Ālamīn. Dengan memohon pertolongan Allah SWT, lahirlah Markaz Dakwah WAMY dan Majelis Profetik sebagai ikhtiar bersama menghadirkan pusat pembinaan ruhani, dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat di Kota Padang.
Berdirinya markaz ini bukan sekadar menghadirkan sebuah bangunan atau tempat berkumpul, tetapi menjadi ruang untuk membangun manusia seutuhnya: manusia yang kuat jasmaninya, sehat jiwanya, cerdas akalnya, dan dekat hubungannya dengan Allah SWT.
WAMY (World Assembly of Muslim Youth) merupakan organisasi kepemudaan Islam internasional yang berpusat di Riyadh, Arab Saudi, dan memiliki kantor perwakilan di Jakarta. WAMY berkiprah dalam pendidikan, dakwah, pengembangan kepemudaan, bantuan kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat di berbagai negara.
Sementara itu, Yayasan Profetik Transendental Indonesia hadir sebagai lembaga yang mengembangkan pemikiran Islam profetik melalui pendidikan, literasi, media dakwah, penelitian, serta pengabdian masyarakat. Nilai profetik yang dikembangkan bertumpu pada tiga dimensi utama: transendensi (hubungan dengan Allah), humanisasi (memuliakan manusia), dan liberasi (membebaskan manusia dari kebodohan, kemiskinan, dan kerusakan moral).
Mengapa Pendidikan Rohani?
Kehidupan modern membuat manusia hampir seluruh waktunya dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan jasmani. Kita bekerja, mencari nafkah, membangun karier, mengejar prestasi, dan memenuhi berbagai kebutuhan dunia. Namun pada saat yang sama, ruh sering kali dibiarkan lapar.
Padahal manusia bukan hanya tubuh, tetapi juga jiwa dan ruh.
Karena itu, setiap hari manusia memerlukan pendidikan ruhani agar mampu:
mengelola diri (self management);
mengelola hubungan dengan sesama (social management);
mengelola hubungan dengan Allah (spiritual management).
![]() |
| Papan ucapan selamat dari Kanwil Kemenhaj Sumbar. |
Ketiga aspek ini harus berjalan secara seimbang sehingga lahir pribadi yang utuh (insan kāmil).
Mengelola Spiritual
Mengelola spiritual berarti menghubungkan seluruh aktivitas kehidupan dengan Allah SWT sebagai Pemilik kehidupan.
Bekerja menjadi ibadah.
Belajar menjadi ibadah.
Berdagang menjadi ibadah.
Memimpin menjadi ibadah.
Bahkan beristirahat pun bernilai ibadah apabila diniatkan karena Allah.
Sebagaimana firman Allah SWT: "Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam."(QS. Al-An'am: 162)
Inilah fondasi utama pendidikan profetik.
Pendekatan Tasawuf
Markaz Dakwah WAMY dan Majelis Profetik menjadikan tasawuf Ahlussunnah wal Jama'ah sebagai pendekatan pembinaan jiwa.
Tasawuf bukan menjauh dari kehidupan, tetapi membersihkan hati agar mampu menjalani kehidupan secara benar.
Belajar menjadi pribadi yang:
jujur (ṣiddīq);
amanah;
ikhlas;
sabar;
tawakal;
ridha;
penuh kasih sayang.
Tasawuf berarti meneladani kehidupan para nabi, para shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh sebagaimana doa yang selalu kita baca dalam Surah Al-Fatihah dan ditegaskan Allah SWT:
"...bersama para nabi, orang-orang yang benar (ṣiddīqīn), para syuhada dan orang-orang saleh. Mereka itulah sebaik-baik teman." (QS. An-Nisa': 69)
Semakin bersih hati seseorang, semakin mudah ia merasakan kehadiran Allah dalam kehidupannya.
Dakwah Terapeutik
Salah satu program unggulan Markaz adalah Dakwah Terapeutik.
![]() |
| Peresmian Markaz dakwah WAMY dan profetik |
Dakwah tidak hanya menyampaikan hukum halal dan haram, tetapi juga menjadi terapi yang menyembuhkan luka batin manusia.
Banyak orang hari ini mengalami:
kecemasan;
stres; kehilangan makna hidup; konflik keluarga;
kecanduan media digital;
kesepian;
kekosongan spiritual.
Karena itu dakwah harus mampu menjadi rahmatan lil 'alamin yang menghadirkan ketenangan.
Program Dakwah Terapeutik mengintegrasikan:
dakwah berbasis Al-Qur'an;
terapi sufistik;
dzikir;
muraqabah;
muhasabah;
konseling Islami;
mindfulness Qur'ani;
pembinaan akhlak;
komunikasi hati;
transformasi kehidupan.
Tujuannya bukan sekadar menambah ilmu agama, tetapi mengubah kehidupan manusia menjadi lebih tenang, sehat, produktif, dan dekat kepada Allah.
Menuju Jiwa Muthmainnah
Tujuan akhir seluruh pembinaan ini ialah melahirkan pribadi yang memiliki nafs al-muthmainnah, jiwa yang tenang.
Allah SWT berfirman:
> "Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai." (QS. Al-Fajr: 27–28)
Jiwa yang terdidik secara spiritual tidak mudah putus asa, tidak mudah marah, tidak mudah iri, dan tidak mudah kehilangan harapan.
Ia hidup dengan penuh syukur, sabar, tawakal, dan optimisme.
Penutup
Semoga Markaz Dakwah WAMY dan Majelis Profetik menjadi rumah pembinaan umat, pusat dakwah yang menyejukkan, tempat lahirnya kader-kader dai profetik, konselor spiritual, pemimpin umat, dan generasi yang memadukan ilmu, iman, amal, serta akhlak mulia.
Mari bersama-sama memakmurkan markaz ini sebagai pusat ilmu, dzikir, dakwah, dan pelayanan umat.
"Bukan hanya membangun bangunan, tetapi membangun manusia. Bukan hanya mengajarkan agama, tetapi menghadirkan ketenangan jiwa. Bukan hanya berdakwah, tetapi juga menyembuhkan."
Barakallahu fiikum.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


