![]() |
Oleh: Duski Samad
Peserta Umrah Undangan Raja Salman 1448 H / 2026 M
Bandara Internasional Soekarno-Hatta, 8 Juli 2026
Di ruang keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta, sebelum bertolak menuju Madinah, kami, 38 peserta Umrah Undangan Khadim Al-Haramain Al-Syarifain Raja Salman bin Abdul Aziz dari Indonesia, berdiri bersama mengabadikan momen penuh syukur. Di hadapan kami terbentang perjalanan yang bukan sekadar wisata religi, tetapi perjalanan yang dipenuhi kemuliaan dan pelajaran iman.
Sesaat setelah seluruh rombongan melewati pemeriksaan imigrasi dengan sangat mudah, tanpa proses yang berbelit, Prof. Ridwan, Rektor UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, spontan mengucapkan satu kalimat yang mengundang renungan:
"Bi ghairi hisab."
(Tanpa hisab, tanpa perhitungan yang menyulitkan).
Kalimat itu sederhana, tetapi sangat dalam maknanya. Kami semua tersenyum. Bukan karena merasa istimewa, melainkan karena langsung teringat kepada janji Allah tentang orang-orang yang memperoleh kemuliaan-Nya.
Perjalanan ini seakan menjadi miniatur perjalanan manusia pada Hari Akhir. Ketika yang mengundang adalah seorang raja di dunia, seluruh administrasi, visa, tiket, hotel, transportasi, dan pelayanan telah dipersiapkan oleh pihak Kerajaan Arab Saudi melalui Kedutaan Besar Arab Saudi. Peserta hanya membawa perlengkapan pribadi. Semua urusan lainnya telah diatur.
Hati pun bertanya, bagaimana kelak jika yang mengundang adalah Allah, Raja di atas segala raja (Malikul Muluk)?
Bukankah Allah menjanjikan bahwa ada hamba-hamba yang dipanggil memasuki surga dengan penuh kemuliaan?
> يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً فَادْخُلِي فِي عِبَادِي وَادْخُلِي جَنَّتِي
"Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai. Maka masuklah ke dalam golongan hamba- hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku." (QS. Al-Fajr: 27–30)
Ayat ini mengingatkan bahwa tujuan akhir seorang mukmin bukanlah sekadar sampai di Madinah atau Makkah, tetapi sampai kepada keridhaan Allah.
Perjalanan umrah ini juga mengajarkan bahwa rahmat Allah datang melalui berbagai jalan yang tidak selalu dapat diperkirakan manusia. Di antara jutaan umat Islam di dunia, dari berbagai negara memperoleh undangan khusus Raja Salman pada tahun 1448 H. Dari jumlah tersebut, 38 orang berasal dari Indonesia.
Semua ini bukan hasil kekuatan materi ataupun kedudukan semata, tetapi bagian dari karunia Allah yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki.
Allah SWT berfirman:
> ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ
"Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki."
(QS. Al-Jumu'ah: 4)
Karena itu, perjalanan ini mengajarkan satu pelajaran besar: jangan pernah membatasi cara Allah memberi nikmat. Ada rezeki yang datang melalui kerja keras, ada yang melalui doa, ada yang melalui persahabatan, dan ada pula yang datang sebagai undangan kehormatan yang sama sekali tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
Semoga perjalanan ini menjadi sarana memperkuat keikhlasan, menambah syukur, mempererat ukhuwah, dan mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan. Yang terpenting bukanlah menjadi tamu seorang raja di dunia, tetapi menjadi tamu Allah yang kelak dipanggil memasuki surga dengan penuh kemuliaan.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang dipanggil dengan penuh kasih:
> "Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu..."
Āmīn yā Rbbal 'ālamīn.
Terjemahan Bahasa Indonesia
Pertama: Program di Madinah (Lama Menginap: 5 Hari)
1. Melaksanakan salat di Raudhah Asy-Syarifah.
2. Mengunjungi Kompleks Percetakan Al-Qur'an Raja Fahd.
3. Kunjungan salah seorang Imam Masjid Nabawi ke tempat menginap para tamu program dan bertemu dengan mereka.
4. Mengunjungi Museum Sirah Nabawiyah (Sejarah Nabi Muhammad SAW).
5. Mengunjungi Gunung Uhud serta memberi salam kepada para syuhada Uhud.
6. Melaksanakan salat di Masjid Quba.
Kedua: Program di Makkah Al-Mukarramah
Setelah itu, rombongan akan berangkat menuju Makkah Al-Mukarramah menggunakan bus untuk melaksanakan ibadah umrah. Program selama di Makkah meliputi:
1. Kunjungan salah seorang Imam Masjidil Haram ke tempat menginap para tamu dan bertemu dengan mereka.
2. Mengunjungi Pameran Arsitektur Masjidil Haram dan Pameran Kiswah Ka'bah.
3. Menghadiri acara seremonial (haflah khithabiyah) di Taman Al-Kurr, yang dilanjutkan dengan jamuan makan malam.
Poin-Poin Penting
Akomodasi di Makkah disediakan di hotel bintang lima, sedangkan di Madinah di hotel bintang empat. Seluruh hotel berlokasi dekat dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Setiap tamu memperoleh satu kamar tersendiri, sedangkan pasangan suami istri ditempatkan dalam satu kamar.
Mohon diinformasikan kepada para tamu sejak awal bahwa durasi keseluruhan program adalah 14 hari.
Semoga Allah SWT memberikan taufik kepada kita semua untuk melakukan segala sesuatu yang dicintai dan diridhai-Nya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌹🌹
