![]() |
Padang Pariaman — Di tepian aliran sungai yang tenang di Buluah Kasok, Nagari Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman, berdiri kokoh sebuah lembaga pendidikan Islam tua yang telah melahirkan banyak generasi alim dan berakhlak mulia. Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Islamiyah, yang didirikan sejak tahun 1846, hingga kini tetap menjadi pusat pendidikan dan dakwah Islam yang berpengaruh di Ranah Minang.
Pesantren yang sarat sejarah ini tumbuh dari semangat perjuangan ulama dalam menegakkan syiar Islam, membina akhlak umat, serta menjaga tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jamaah berlandaskan Mazhab Syafi’i. Keberadaan pesantren di kawasan yang dekat dengan aliran Sungai Batang Mangoi ini menjadi saksi perjalanan panjang perjuangan para ulama dan santri, dalam menuntut ilmu agama dari masa ke masa.
Perkembangan besar Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Islamiyah terjadi pada masa kepemimpinan Almukaram Syekh Buya Tawaf Tk. Sidi yang memimpin sejak tahun 1945 hingga 1989. Sosok ulama kharismatik tersebut dikenal luas sebagai pendidik dan pembimbing umat yang istiqamah dalam dakwah serta disiplin dalam mendidik santri, khususnya santri putra.
Di bawah kepemimpinan beliau, pesantren berkembang pesat dan semakin dikenal masyarakat luas sebagai lembaga pendidikan Islam yang melahirkan kader-kader dakwah dan tokoh agama di berbagai daerah. Keteguhan beliau dalam menjaga ajaran Islam yang murni serta kecintaan terhadap ilmu agama menjadi pondasi kuat bagi perkembangan pesantren hingga sekarang.
Setelah wafatnya beliau, estafet kepemimpinan diteruskan oleh putra beliau, Syekh Buya Jalalen Tk. Sidi, yang mulai memimpin sejak tahun 1989 hingga saat ini. Dengan tetap menjaga warisan perjuangan para guru terdahulu, beliau terus melanjutkan pembinaan pendidikan agama, memperkuat tradisi keilmuan pesantren, serta membangun generasi muda Islam yang berilmu, beradab, dan bertakwa.
Sebelum wafat, Almukaram Syekh Buya Tawaf Tk. Sidi meninggalkan amanah mulia kepada seluruh murid dan generasi penerus pesantren sebagai pedoman dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya di tengah masyarakat. Amanah tersebut berbunyi: Beramallah menurut wirid guru atas Mazhab Syafi’i berdasarkan tarjih Imam Nawawi yang bersandikan Kitabullah, Sunnah Rasulullah, ijma’, dan qiyas.
Bawalah ilmu pengetahuan ini untuk bertakwa kepada Allah, lahir dan batin, bagi diri sendiri, keluarga, korong, kampung, dan negeri demi keselamatan dunia dan akhirat.
Janganlah membawa ilmu pengetahuan ini kepada hawa nafsu yang tidak diridhai Allah dan Rasul-Nya.
Bantulah pemerintah dalam usaha-usaha pembangunan untuk meningkatkan kehidupan beragama di tengah masyarakat.
Usahakan agar ajaran Islam dapat dimiliki serta diamalkan secara merata oleh setiap anggota masyarakat Islam.
Hingga hari ini, Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Islamiyah tetap berdiri teguh sebagai benteng pendidikan Islam tradisional yang mempertahankan nilai keilmuan, akhlak, dan perjuangan ulama. Dari tepian Sungai Batang Mangoi di Buluah Kasok, cahaya ilmu itu terus mengalir, menerangi generasi demi generasi menuju kehidupan yang diridhai Allah SWT.
Kontributor: Ajo Awak ATK
