![]() |
مجلس الحديث النبويّ الشريف
MAJELIS KAJIAN HADITS BERSAMA ZULKIFLI ZAKARIA
DI RUMAH SAKIT TAMAR MEDICAL CENTRE (TMC)
Jl. Basuki Rahmat No.1 Pariaman
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Bahasan Hadits Aqidah tentang Jin
Rabu, 25 Rajab 1447 H / 14 Januari 2026 M
Teks Hadits:
6156 - أَخْبَرَنَا ابْنُ قُتَيْبَةَ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ مَوْهِبٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ، عَنْ أَبِي الزَّاهِرِيَّةِ حُدَيْرِ بْنِ كُرَيْبٍ، عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ، عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «الْجِنُّ عَلَى ثَلَاثَةِ أَصْنَافٍ: صِنْفٌ كِلَابٌ وَحَيَّاتٌ، وَصِنْفٌ يَطِيرُونَ فِي الْهَوَاءِ، وَصِنْفٌ يَحُلُّونَ وَيَظْعَنُونَ»
Dari Ibn Qutaibah, ia berkata: telah meriwayatkan kepada kami Yazid bin Muwahib, ia berkata: telah meriwayatkan kepada kami Ibn Wahb, ia berkata: telah meriwayatkan kepada kami Mu‘awiyah bin Shalih, dari Abu az-Zahiriyyah Hudaîr bin Kuraib, dari Jubair bin Nufair, dari Abu Tsa‘labah Al-Khusyani radhiyallāhu ‘anhu, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam bersabda:
«الْجِنُّ عَلَى ثَلَاثَةِ أَصْنَافٍ: صِنْفٌ كِلَابٌ وَحَيَّاتٌ، وَصِنْفٌ يَطِيرُونَ فِي الْهَوَاءِ، وَصِنْفٌ يَحُلُّونَ وَيَظْعَنُونَ»
‘Jin itu terbagi menjadi tiga golongan: Golongan pertama berupa anjing-anjing dan ular-ular; golongan kedua adalah yang dapat terbang di udara; dan golongan ketiga adalah yang tinggal menetap dan yang berpindah-pindah.’”
(HR. Ibnu Hibban, no. 6156)
Pelajaran dari Hadits ini:
Pertama: Klasifikasi Jin dari Sisi Bentuk dan Wujud Mereka
Dari Abu Tsa‘labah Al-Khusyani radhiyallāhu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Jin itu terdiri dari tiga golongan:
(1) golongan yang memiliki sayap dan terbang di udara,
(2) golongan yang berbentuk ular dan anjing,
(3) dan golongan yang singgah dan berpindah-pindah.”
Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullāh berkata:
“(Yang ‘singgah dan berpindah-pindah’) adalah ghūl dan si‘lā’ah, yaitu sejenis dari golongan jin, satu cabang dari mereka yang menampakkan diri di tempat-tempat sunyi dan jalanan pada malam dan siang hari. Mereka menakut-nakuti para musafir, dan mereka dapat berubah-ubah bentuk dalam berbagai rupa: ada yang buruk dan ada yang bagus.”
(Al-Istidzkār, 8/527)
Kedua: Klasifikasi Jin dari Sisi Keimanan dan Kekufuran, serta Kesalehan dan Kerusakan Mereka
Allah subhānahu wata’ālā berfirman, mengabarkan tentang ucapan para jin:
{وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَلِكَ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا (11)}
“Dan sesungguhnya di antara kami ada yang saleh dan ada pula yang tidak demikian; kami adalah golongan-golongan yang berbeda-beda jalan.”
(QS. al-Jinn: 11)
Ibnu Jarīr rahimahullāh berkata:
“Kami adalah golongan-golongan yang berbeda-beda jalan,” maksudnya: kami memiliki berbagai kecenderungan yang berbeda-beda, dan bermacam-macam kelompok; di antara kami ada yang beriman dan ada pula yang kafir.”
(Tafsir Ibnu Jarir, 23/330)
Ibnu al-Qayyim rahimahullāh berkata:
“Ayat-ayat ini mengandung pembagian jin menjadi tiga tingkatan:
(1) yang saleh,
(2) yang berada di bawah tingkat orang saleh,
(3) dan yang kafir.
Tiga tingkatan ini berpadanan dengan tingkatan manusia, karena manusia juga terbagi tiga: orang-orang berbuat kebaikan (abrār), orang-orang pertengahan (muqtashidūn), dan orang-orang kafir.
Maka golongan jin yang saleh sesuai dengan golongan manusia yang berbuat kebaikan; golongan yang di bawah saleh sesuai dengan golongan pertengahan; dan golongan yang zhalim (kafir) sesuai dengan golongan manusia yang kafir.
Hal ini sebagaimana Allah subhānahu wata’ālā membagi Bani Israil ke dalam tiga kelompok dalam firman-Nya:
{وَقَطَّعْنَاهُمْ فِي الْأَرْضِ أُمَمًا مِنْهُمُ الصَّالِحُونَ وَمِنْهُمْ دُونَ ذَلِكَ... (168)}
“Kami pecah-pecah mereka di bumi menjadi beberapa golongan: di antara mereka ada yang saleh dan di antara mereka yang tidak demikian. … ”
(QS. al-A‘raf: 168)
Dan ini adalah kelompok yang selamat dari mereka. Kemudian Allah menyebutkan kelompok zhalim, yaitu generasi buruk yang datang setelah mereka.
Ketahuilah bahwa manusia lebih sempurna daripada jin dalam akal dan pemahaman, maka manusia memiliki tiga tingkatan tambahan yang tidak ada pada jin, yaitu: para rasul, para nabi, dan orang-orang yang didekatkan (al-muqarrabūn).
Tidak ada golongan tersebut pada jin. Hiasan mereka hanyalah kesalehan.”
(Tharīq al-Hijratain wa Bāb as-Sa’adatain, hal. 415-516)
Ibnu ‘Utsaimin rahimahullāh berkata:
“Jin ada yang mukmin, kafir, taat, dan maksiat. Allah Ta‘ala berfirman: ‘Masuklah kalian ke dalam umat-umat yang telah berlalu sebelum kalian, dari golongan jin dan manusia, ke dalam neraka.’
Dan Allah berfirman tentang jin: ‘Di antara kami ada yang muslim dan ada yang zhalim, maka siapa yang berserah diri, mereka itulah yang mencari jalan yang lurus. Adapun yang zhalim, mereka menjadi kayu bakar bagi Jahannam.’
Dan Allah berfirman pula: ‘Di antara kami ada yang saleh dan di antara kami yang tidak demikian; kami adalah golongan-golongan yang berbeda-beda jalan.’”
(Majmū’ Fatāwa wa Rasāil Al-‘Utsaimin, 1/285)
Beliau juga berkata:
“Dunia jin ini asalnya dari api, karena bapak mereka adalah setan Iblis, dan Allah menciptakannya dari api. Dalam dunia jin terdapat yang shaleh, ada yang kurang dari itu, ada yang muslim, dan ada yang kafir. Meskipun asal mereka adalah Iblis yang kafir, tetapi di antara mereka ada yang muslim, ada yang shaleh, ada penuntut ilmu, dan ada pula ahli ibadah.”
(Syarh al-‘Aqīdah as-Safāriniyah, hal. 493)
Kesimpulan:
1. Jin beragam secara bentuk dan wujud, ada yang bersayap, ada yang berupa hewan (ular & anjing), ada yang hidup berpindah-pindah.
2. Jin juga beragam dari sisi iman, ada yang muslim, kafir, saleh, fasik, dan berbagai tingkatannya.
3. Tidak ada nabi atau rasul dari golongan jin, meskipun ada jin mukmin dan shaleh.
4. Manusia lebih sempurna dalam akal sehingga diberi derajat kenabian dan kerasulan, tidak seperti jin.
Pembahasan ini bertujuan menambah iman dan kehati-hatian, bukan menumbuhkan ketakutan atau spekulasi tentang alam ghaib.
Wallāhu a‘lam.
