Lahir di Ulakan 31 Desember 1939, Tuanku Nan Elok ini pernah mengaji di Surau Balenggek Lubuk Alung. Di sana Tuanku Yusuf, seorang ulama besar yang melanjutkan proses belajar mengajar sepeninggal Tuanku Harun.
Setelah di Surau Balenggek, Tuanku Nan Elok melanjutkan pendidikannya ke Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang, Kabupaten Agam. Tercatat dalam ijazahnya, Tuanku Nan Elok tamat di Canduang tahun 1959. Beliau juga pernah mengikuti pendidikan pra mahasiswa di Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Padang, dan tamat tahun 1970.
Sebelumnya, Tuanku Nan Elok juga tamat SMP Bagian A Pariaman tahun 1960, SMA Jurusan C di Pariaman tamat tahun 1964, Sekolah Rakyat di Lubuk Alung tamat tahun 1953. Dengan ini, Tuanku Nan Elok lengkap menjalani pendidikan, yang dimulai dari sekolah rakyat sambil mengaji di Surau Balenggek Lubuk Alung, hingga perguruan tinggi di IAIN. Zaman itu, tak banyak ulama yang mengikuti pendidikan formal, tapi Tuanku Nan Elok sepertinya mengawinkan pendidikan surau, madrasah dan umum. Luar biasa.
Di eksekutif, beliau sampai pensiun di lingkungan Pengadilan Agama Pariaman, pernah pula jadi wakil rakyat di DPRD Padang Pariaman lewat Partai Golkar periode 1997-1999. Dua tahun, karena 1999 adalah masa transisi dari runtuhnya orde baru dan lahirnya masa reformasi yang memaksa pemilu yang dilakukan oleh partai politik. Tuanku Nan Elok bersama anggota dewan masa itu, dinilai ikut melahirkan era reformasi di daerahnya. Meski, hasil pemilu 1999, beliau tidak lagi jadi anggota dewan terhormat. Buktinya, Golkar di Padang Pariaman masih menempatkan wakilnya di pimpinan dewan, yakni Mukhtar BS waktu itu, dengan Ketua DPRD Anasdi Nazar dari PPP.
Di tengah masyarakat Ulakan, Tuanku Nan Elok adalah ulama yang diterima semua kalangan. Ikut memberikan warna kebijakan yang dilakukan oleh lembaga adat, pemerintahan dan lembaga keagamaan yang ada. Makanya, apa pun kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan di Ulakan, Tuanku Nan Elok muncul dan ada dalam kegiatan tersebut.
Keluarga
Isteri Tuanku Nan Elok adalah Hj. Nurmali, lahir 04 Februari 1950, melahirkan tujuh orang anak, yakni 1. Mardiati 6 Mai 1968, 2. M. Rizal 8 Februari 1969, 3. Mardiani 17 April 1972, 4. Herlina 30 Maret 1974, 5. Helvira 17 April 1975, 6. Herawati 8 Februari 1978, 7. Nelviawati 27 Maret 1981. Tuanku Nan Elok 6 Oktober 2012.
Referensi
1. Wawancara dengan Ali Nurdin M Nur, Jumat 23 Januari 2026 di Padang Bintungan, Kecamatan Nan Sabaris.
![]() |
