![]() |
Oleh: Duski Samad
Peserta Umrah Tamu Khadim Al-Haramain Al-Syarifain Raja Salman 1448 H / 2026 M
Bakda Ashar, Kamis, 24 Muharram 1448 H / 9 Juli 2026 M, kami berkesempatan menziarahi Jannatul Baqi', salah satu tempat paling bersejarah di Kota Madinah. Pemakaman Baqi' terletak di sebelah timur Masjid Nabawi dan berbatasan langsung dengannya. Dari Pintu Nomor 36 Masjid Nabawi, para peziarah dapat menuju kawasan Baqi', yang juga berada di dekat rumah-rumah istri Rasulullah SAW.
Baqi' dikenal pula dengan nama Baqi' al-Gharqad, karena pada masa lalu kawasan ini dipenuhi pohon gharqad. Sejak Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, tempat ini telah menjadi pemakaman kaum Muslimin dan menyimpan sejarah yang sangat penting dalam perjalanan Islam.
Di sinilah bersemayam lebih dari 10.000 sahabat Rasulullah SAW, keluarga beliau, para tabi'in, dan orang-orang saleh yang menjadi fondasi awal tegaknya peradaban Islam. Di antara mereka terdapat Khalifah Utsman bin Affan r.a., Utsman bin Mazh'un r.a., Abu Sa'id Al-Khudri r.a., As'ad bin Zurarah r.a., serta banyak sahabat dari kalangan Muhajirin dan Anshar. Di Baqi' juga dimakamkan hampir seluruh istri Rasulullah SAW selain Khadijah r.a. dan Maimunah r.a., serta putra-putri beliau seperti Ruqayyah, Ummu Kultsum, Zainab, Ibrahim, dan menurut banyak riwayat Sayyidah Fathimah az-Zahra r.a.
Ketika berdiri di hadapan hamparan makam yang sederhana itu, hati teringat kepada firman Allah SWT tentang kemuliaan generasi pertama Islam:
> وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung." (QS. At-Taubah: 100)
Ayat ini menegaskan bahwa penghuni Baqi' bukan sekadar orang-orang yang telah wafat, tetapi banyak di antara mereka adalah Aṣ-Ṣābiqūnal Awwalūn, generasi pertama yang menerima Islam, membela Rasulullah SAW, berhijrah, berjihad, mengorbankan harta dan jiwa, serta menjadi teladan bagi seluruh umat hingga akhir zaman.
Al-Qur'an juga mengingatkan bahwa orang-orang yang berjuang di jalan Allah memiliki kemuliaan di sisi-Nya:
> وَلَا تَقُولُوا لِمَن يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتٌ ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ وَلَٰكِن لَّا تَشْعُرُونَ
"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, 'Mereka itu mati.' Sebenarnya mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya." (QS. Al-Baqarah: 154)
Walaupun tidak semua penghuni Baqi' adalah syuhada, ayat ini mengingatkan kita bahwa perjuangan menegakkan agama Allah memiliki kemuliaan yang abadi. Banyak penghuni Baqi' menghabiskan hidup mereka untuk membela Islam bersama Rasulullah SAW.
Allah SWT juga menghendaki agar umat Islam menjadi penerus perjuangan generasi awal tersebut:
> وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا
"Demikianlah Kami telah menjadikan kamu umat yang wasat (adil dan pilihan), agar kamu menjadi saksi atas manusia dan agar Rasul menjadi saksi atas kamu." (QS. Al-Baqarah: 143)
Ayat ini mengajarkan bahwa mengenang Aṣ-Ṣābiqūnal Awwalūn bukan sekadar menghormati sejarah, tetapi menjadi motivasi untuk melanjutkan misi dakwah, menjaga keseimbangan, keadilan, dan menjadi teladan bagi umat manusia.
Baqi' memiliki kedudukan yang sangat mulia di hati Rasulullah SAW. Dalam hadis riwayat Imam Muslim disebutkan bahwa setiap kali Rasulullah SAW bermalam di rumah Sayyidah Aisyah r.a., beliau keluar pada penghujung malam menuju Baqi' untuk mendoakan para penghuninya.
> السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَأَتَاكُمْ مَا تُوعَدُونَ، غَدًا مُؤَجَّلُونَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَهْلِ بَقِيعِ الْغَرْقَدِ
"Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni negeri kaum mukmin. Telah datang kepada kalian apa yang dijanjikan. Kami pun, insya Allah, akan menyusul kalian. Ya Allah, ampunilah penghuni Baqi' al-Gharqad." (HR. Muslim)
Karena itu, para ulama menjelaskan bahwa ziarah ke Baqi' merupakan sunnah, mengikuti teladan Rasulullah SAW. Tujuan ziarah bukan untuk mengagungkan kuburan, melainkan mendoakan para penghuni makam, mengingat kematian, dan mengambil pelajaran bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan menuju kehidupan yang kekal.
Di Baqi' tidak ditemukan bangunan megah, kubah yang menjulang, ataupun monumen kemewahan. Yang tampak hanyalah hamparan tanah yang sederhana. Kesederhanaan itu justru mengajarkan bahwa pada akhirnya semua manusia akan kembali kepada Allah SWT. Yang dibawa bukanlah jabatan, kekayaan, gelar akademik, atau kemasyhuran, melainkan iman, amal saleh, keikhlasan, dan keridaan Allah SWT.
Ziarah ke Baqi' juga mengingatkan bahwa kejayaan Islam hari ini dibangun di atas pengorbanan para sahabat. Kita menikmati cahaya Islam karena mereka rela meninggalkan kampung halaman, mengorbankan harta, bahkan mempertaruhkan nyawa demi mempertahankan risalah Rasulullah SAW. Mengingat mereka bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga meneladani iman, keikhlasan, keberanian, kesabaran, dan istiqamah mereka dalam memperjuangkan agama Allah.
Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada setiap Muslim untuk berziarah ke Jannatul Baqi', bershalawat di Masjid Nabawi, berdoa di Raudhah, serta meneladani jejak Aṣ-Ṣābiqūnal Awwalūn dengan penuh ihsan. Semoga kelak Allah SWT mengumpulkan kita bersama Rasulullah SAW, para sahabat, para syuhada, dan orang-orang saleh di surga-Nya.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا السَّابِقِينَ الْأَوَّلِينَ بِإِحْسَانٍ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْأُمَّةِ الْوَسَطِ الَّتِي تَشْهَدُ عَلَى النَّاسِ، وَاحْشُرْنَا مَعَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ، وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا. آمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
