![]() |
Oleh: Duski Samad
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Alhamdulillāh, pada rangkaian Program Umrah Tamu Khadim Al-Haramain Al-Syarifain Raja Salman yang berlangsung pada 8–20 Juli 2026, para peserta dari berbagai negara memperoleh kehormatan mengikuti pertemuan bersama Wakil Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi, Dr. Saud bin Ali Al-Ghamdi, mewakili Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan, Syekh Dr. Abdullatif bin Abdulaziz Al-Sheikh.
Pertemuan yang berlangsung di Executive Lounge Hotel Marriott, Makkah, setelah salat Magrib hingga menjelang Isya tersebut berlangsung dalam suasana hangat, penuh persaudaraan, dan mencerminkan perhatian besar Kerajaan Arab Saudi terhadap tamu-tamu Allah dari berbagai penjuru dunia.
Mewakili peserta, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Khadim Al-Haramain Al-Syarifain Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, Yang Mulia Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, serta Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan atas barnāmij (program) yang sungguh mumtāz (istimewa dan unggul).
Program ini tidak hanya menghadirkan kesempatan menunaikan ibadah umrah dengan pelayanan yang sangat baik, tetapi juga memberikan pengalaman intelektual dan spiritual melalui ziarah ke situs-situs sejarah Islam, kunjungan ke museum-museum peradaban Islam, akomodasi yang nyaman, transportasi yang tertata, serta pelayanan yang profesional dan penuh penghormatan kepada seluruh peserta.
Barnāmij ini menunjukkan bahwa pelayanan terhadap tamu Allah bukan hanya menyangkut aspek ritual, tetapi juga penguatan wawasan sejarah, peradaban, ukhuwah Islamiyah, dan persaudaraan antarbangsa.
Kami juga menyampaikan apresiasi yang tulus atas pengabdian Kerajaan Arab Saudi dalam melayani Islam dan kaum Muslimin di seluruh dunia. Berbagai inovasi, pengembangan fasilitas Haramain, digitalisasi layanan, peningkatan keamanan, kenyamanan, serta kemudahan akses bagi jutaan jamaah merupakan kontribusi besar yang dirasakan umat Islam lintas negara.
Program ini juga mempertemukan peserta dari berbagai bangsa, yaitu Indonesia, Hong Kong, Jepang, Taiwan, Kamboja, Vietnam, Filipina, dan Malaysia. Keberagaman tersebut menjadi bukti bahwa Haramain adalah titik temu persaudaraan umat Islam yang melampaui batas negara, bahasa, budaya, dan etnis.
Semoga Allah SWT membalas seluruh ikhtiar dan pelayanan Kerajaan Arab Saudi dengan pahala yang berlipat ganda, menjaga keamanan serta kemakmuran negeri ini, dan menjadikan Haramain senantiasa sebagai pusat persatuan, kedamaian, ilmu, dan peradaban Islam bagi seluruh umat manusia.
جزى الله خادم الحرمين الشريفين وقيادة المملكة العربية السعودية خير الجزاء، وبارك الله في جهودهم في خدمة الإسلام والمسلمين.
