![]() |
| Buya Zainal MS |
MU-ONLINE, PADANG – Menyambut datangnya 1 Muharram 1448 Hijriah, Ketua Persatuan Pensiunan Pegawai Kementern Agama (PPPKA) Sumatra Barat sekaligus Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Sumatra Barat, Buya H. Zainal MS, SH, mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan pergantian tahun baru Islam ini sebagai momentum istimewa.
Menurutnya, kalender Hijriah bukan sekadar perubahan angka pada penanggalan, melainkan sebuah kesempatan emas untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki kualitas ibadah, serta memperkuat komitmen hidup sesuai tuntunan syariat Islam.
> "Tahun baru Hijriah mengingatkan kita pada peristiwa besar hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Ini adalah titik awal kebangkitan dan perkembangan dakwah Islam yang sarat akan nilai perjuangan, pengorbanan, dan keimanan," ujar Buya Zainal dalam pesan takzimnya.
>
Mengenal Makna dan Keutamaan Bulan Muharram
Buya Zainal menjelaskan bahwa sistem penanggalan Hijriah yang diinisiasi oleh Khalifah Umar bin Khattab mengajarkan umat tentang kesungguhan, keberanian, dan keteguhan hati dalam melakukan perubahan menuju kondisi yang lebih baik. Sebagai salah satu dari empat bulan yang dimuliakan (Asyhurul Hurum), Muharram memegang posisi istimewa di sisi Allah SWT.
"Muharram adalah bulan penuh rahmat. Amal kebaikan yang kita tanam di bulan ini memiliki nilai yang sangat besar. Oleh karena itu, mari kita sambut dengan rasa syukur dan kita isi dengan memperbanyak amal saleh serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan," tambahnya.
Konstruksi 'Hijrah' dalam Kehidupan Modern
Di era modern saat ini, Tokoh senior Kementerian Agama Sumbar ini menekankan bahwa makna hijrah tidak lagi sekadar berpindah tempat secara fisik, melainkan sebuah transformasi perilaku dan spiritual. Beliau merincikan beberapa langkah konkret dalam mewujudkan semangat hijrah di kehidupan sehari-hari:
Peningkatan Ibadah: Meningkatkan kualitas salat dan konsistensi ibadah harian.
Perbaikan Sosial: Memperbaiki hubungan dengan keluarga serta menjaga lisan dari perkataan yang menyakiti orang lain.
Integritas Profesi & Keseharian: Menjaga kejujuran dalam bekerja, berbisnis, dan menghindari perilaku yang dilarang agama.
Filantropi Islam: Memperbanyak sedekah, menuntut ilmu yang bermanfaat, serta memperkuat kepedulian sosial.
Lima Amalan Utama yang Dianjurkan
Untuk mengisi lembaran baru di tahun 1448 H agar penuh keberkahan, Buya Zainal menganjurkan umat Islam untuk merutinkan lima amalan berikut:
| No | Amalan Dianjurkan | Esensi & Manfaat |
|---|---|---|
| 1 | Dzikir dan Doa | Memohon ampunan atas masa lalu dan meminta keberkahan untuk masa depan. |
| 2| Muhasabah (Introspeksi) | Mengevaluasi kekurangan diri dan mensyukuri nikmat yang ada. |
| 3 | Puasa Sunnah | Utamanya puasa Tasu'a (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram). |
| 4 | Memperbanyak Sedekah | Menumbuhkan rasa syukur dan membantu meringankan beban sesama. |
| 5 |Menjalin Silaturahmi| Mempererat hubungan dengan keluarga, kerabat, dan masyarakat. |
Menyusun Resolusi dan Memperkuat Peran Keluarga
Menutup pesannya, Ketua PPPKA dan MDI Sumbar ini mengajak setiap keluarga Muslim untuk berperan aktif dalam mengedukasi generasi muda. Momentum 1 Muharram sangat tepat digunakan orang tua untuk mengenalkan sejarah Islam, berdiskusi ringan tentang makna perjuangan Rasulullah SAW, hingga menyusun target ibadah keluarga secara bersama-sama.
Ada empat hikmah utama yang harus dipetik dari pergantian tahun ini:
1. Pentingnya Perubahan Positif: Menyadari bahwa tanpa keberanian berubah, kita akan sulit berkembang.
2. Kesabaran menghadapi Ujian: Meneladani keteguhan hati Rasulullah SAW.
3. Optimisme Masa Depan: Selalu berprasangka baik (husnuzan) kepada Allah SWT.
4. Perencanaan Hidup: Memiliki tujuan hidup yang jelas dan terarah demi dunia dan akhirat.
> "Semoga 1 Muharram 1448 H menjadi awal tahun yang penuh harapan, keberkahan, dan kebaikan bagi kita semua. Dengan taubat yang tulus, perbaikan akhlak, dan kedekatan kepada Allah SWT, mari kita jadikan tahun baru ini sebagai titik balik menuju kehidupan yang jauh lebih bermakna," pungkas Buya H. Zainal MS, SH.
