![]() |
Oleh: Duski Samad
Peserta Program Umrah Tamu Khadim Al-Haramain Al-Syarifain Raja Salman 1448 H/2026 M
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
Alhamdulillāh, Ahad malam, 12 Juli 2026, pukul 20.00 waktu Madinah, Allah SWT kembali menganugerahkan nikmat yang sangat besar kepada penulis. Melalui aplikasi Nusuk, izin untuk memasuki Raudhah kembali diberikan. Kesempatan kedua ini terasa sebagai karunia yang tidak ternilai, terlebih karena esok hari, Senin 13 Juli 2026, seluruh rombongan Program Umrah Tamu Khadim Al-Haramain Al-Syarifain Raja Salman 1448 H/2026 M dijadwalkan meninggalkan Madinah al-Munawwarah menuju Makkah al-Mukarramah untuk menunaikan rangkaian ibadah umrah.
Bagi setiap jamaah, memperoleh izin memasuki Raudhah bukanlah sesuatu yang dapat dipastikan. Semuanya bergantung pada sistem antrean digital melalui aplikasi Nusuk dan, di atas segalanya, pada kehendak Allah SWT. Karena itu, ketika notifikasi izin kembali muncul di layar telepon genggam, hati ini dipenuhi rasa syukur. Seakan Allah masih memberikan kesempatan terakhir untuk bermunajat di tempat yang oleh Rasulullah SAW disebut sebagai salah satu taman dari taman-taman surga.
Kesempatan kedua ini tidak ingin penulis sia-siakan. Sebelum meninggalkan Kota Nabi menuju Tanah Haram Makkah, penulis ingin kembali bersujud, memperbanyak shalawat kepada Rasulullah SAW, memohon ampunan, mendoakan kedua orang tua, keluarga, guru-guru, sahabat, bangsa Indonesia, umat Islam, serta memohon kepada Allah agar anak-anak dan cucu-cucu dianugerahi iman, ilmu, akhlak mulia, kesehatan, dan kemudahan dalam menggapai cita-cita mereka.
Di antara seluruh tempat yang dikunjungi seorang muslim ketika berziarah ke Madinah al-Munawwarah, tidak ada yang lebih dirindukan selain Raudhah, sebuah tempat yang oleh Rasulullah SAW disebut sebagai taman dari taman-taman surga. Beliau bersabda:
> مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ
"Antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu taman dari taman-taman surga."
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Bagi setiap jamaah, memasuki Raudhah bukan sekadar berpindah tempat, tetapi memasuki ruang spiritual yang dipenuhi kerinduan kepada Rasulullah SAW dan harapan akan rahmat Allah SWT. Di tempat inilah air mata sering jatuh tanpa disadari, dosa-dosa diingat, nikmat-nikmat Allah disyukuri, dan masa depan keluarga dipasrahkan kepada-Nya.
Tidak sedikit jamaah yang telah menunggu berhari-hari melalui aplikasi Nusuk demi memperoleh kesempatan beberapa menit berada di Raudhah. Waktu yang singkat itu terasa sangat berharga sehingga setiap detik sebaiknya diisi dengan ibadah, bukan dengan kesibukan yang menghilangkan kekhusyukan.
Para ulama menjelaskan bahwa tidak ada doa khusus yang diwajibkan dibaca di Raudhah. Keutamaannya bukan karena adanya bacaan tertentu, tetapi karena kemuliaan tempat dan kekhusyukan hati. Karena itu, yang paling dianjurkan adalah memperbanyak shalat sunnah, membaca Al-Qur'an, berzikir, bershalawat kepada Rasulullah SAW, beristighfar, dan memanjatkan doa-doa yang diajarkan dalam Al-Qur'an dan Sunnah.
Doa pertama yang layak dipanjatkan adalah shalawat kepada Rasulullah SAW sebagai ungkapan cinta kepada beliau.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
"Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad."
Setelah itu, seorang hamba memohon ampun atas seluruh dosa dan kekhilafannya sebagaimana doa Nabi Adam AS:
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
"Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi."
(QS. Al-A'raf: 23)
Kemudian, Rasulullah SAW mengajarkan doa yang paling sering beliau baca:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."
(QS. Al-Baqarah: 201)
Di Raudhah pula kita memohon agar Allah meneguhkan hati dalam keimanan.
اللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
"Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu."
Sebab hati manusia berada di antara jari-jari kekuasaan Allah. Tidak ada jaminan seseorang akan istiqamah kecuali dengan pertolongan-Nya.
Selanjutnya, kita memohon agar akhir kehidupan ditutup dengan husnul khatimah.
اللَّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ
"Ya Allah, akhirilah kehidupan kami dengan husnul khatimah."
Tidak ada keberhasilan yang lebih besar daripada kembali kepada Allah dalam keadaan beriman.
Raudhah juga merupakan tempat terbaik untuk menghadiahkan doa kepada kedua orang tua.
رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
"Ya Tuhanku, sayangilah kedua orang tuaku sebagaimana mereka telah mendidikku ketika kecil."
(QS. Al-Isra': 24)
Di hadapan Allah, kita juga membawa seluruh keluarga, memohon agar pasangan, anak, dan cucu menjadi penyejuk hati.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk mata serta jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."
(QS. Al-Furqan: 74)
Bagi para orang tua, inilah saat yang sangat mengharukan. Tidak sedikit air mata mengalir ketika nama-nama anak dan cucu disebut satu per satu dalam doa. Mereka dipohonkan agar menjadi anak yang saleh, beriman, mencintai Al-Qur'an, berbakti kepada orang tua, sehat, memperoleh pendidikan terbaik, dimudahkan meraih cita-cita, dan kelak menjadi pemimpin yang membawa manfaat bagi umat.
Doa Nabi Ibrahim AS menjadi doa yang sangat indah:
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
"Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku keturunan yang saleh."
(QS. Ash-Shaffat: 100)
Disusul doa agar anak-anak menjadi ahli shalat.
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku."
(QS. Ibrahim: 40)
Kemudian memohon ilmu yang bermanfaat.
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
"Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."
(QS. Thaha: 114)
Dan memohon kemudahan dalam setiap urusan.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
"Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka memahami perkataanku."
(QS. Thaha: 25–28)
Tidak salah pula jika seorang ayah dan ibu memohon dengan bahasa yang dipahami hatinya:
"Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami hamba-hamba-Mu yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, mencintai ilmu, mencintai Al-Qur'an, sehat jasmani dan rohani, sukses dalam pendidikan, pekerjaan, dan pengabdian, tercapai seluruh cita-citanya yang Engkau ridhai, serta jadikan mereka sumber kebahagiaan dunia dan akhirat."
Raudhah mengajarkan bahwa doa bukan sekadar permintaan, melainkan penyerahan total seorang hamba kepada Tuhannya. Di tempat yang mulia ini, seorang mukmin menyadari bahwa seluruh keberhasilan hidup—ilmu, jabatan, kesehatan, keluarga, bahkan kesempatan memperoleh izin kembali memasuki Raudhah sebelum berangkat ke Makkah—adalah karunia Allah semata.
Karena itu, ketika keluar dari Raudhah, hendaknya seseorang tidak hanya membawa kenangan, tetapi juga membawa tekad untuk menjadi pribadi yang lebih taat, lebih ikhlas, lebih santun, lebih amanah, serta lebih mencintai Rasulullah SAW.
Semoga Allah SWT menerima seluruh doa yang dipanjatkan di Raudhah, mengampuni dosa-dosa kita, mengabulkan harapan-harapan terbaik kita, menjadikan anak-anak dan keturunan kita generasi yang saleh, berilmu, berakhlak mulia, sukses menggapai cita-cita, bermanfaat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan, serta menghimpunkan kita bersama Rasulullah SAW di taman-taman surga yang abadi.
آمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
